Berita

Produsen nasi anjing/Net

Presisi

Heboh 'Nasi Anjing', Polda Metro Jaya Pastikan Semua Berbahan Halal

MINGGU, 26 APRIL 2020 | 16:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus memastikan nasi bungkus yang bertuliskan nasi anjing yang membuat heboh warga Warakas, Jakarta Utara merupakan berisi makanan halal.

Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi pembuatan nasi bungkus yang berlogo kepala anjing dan bertulis nasi anjing.

"Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara mendatangi tempat pembuatan nasi anjing tersebut dan mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal," ucap Kombes Pol Yusri Yunus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/4).


Istilah nama nasi anjing sendiri, kata Yusri, lantaran komunitas yang memberikan nasi anjing menganggap bahwa anjing merupakan hewan yang setia.

"Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia dan nasi anjing karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup," jelas Yusri.

Bahan atau lauk yang digunakan dalam nasi bungkus tersebut dipastikan halal lantaran terbuat dari cumi, sosis sapi, teri dan lain-lain.

"Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pembuat atau pemberi nasi dengan penerima nasi," katanya.

Dari insiden kesalahpahaman ini kata Yusri, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pada saksi yang terdiri dari pembuat video, penerima makanan dan pembuat atau pemberi makanan tersebut.

Komunitas yang membagikan makanan tersebut berasal dari komunitas ibadah kristiani dengan nama ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya