Berita

Nadirsyah Hosen/Net

Nusantara

Gus Nadirsyah Hosen: Selesaikan Wabah Covid-19 Jangan Hanya Gunakan Pendekatan Agama

MINGGU, 26 APRIL 2020 | 00:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Intelektual Muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen menyebutkan, menyelesaikan masalah wabah virus corona baru (Covid-19) tidak bisa hanya dengan pendekatan agama semata.

Pendapat Pengajar hukum di Monash University Australia ini dikemukakan pada saat menjadi narasumber di Acara Zona Ngopi (Ngolah Pikir) HICON Law & Policy Strategies bertema "Pandemi dan Rasionalitas Beragama", Sabtu sore (25/4).

Rois Syuriah PCINU Australia-Selandia baru ini berpendapat, dalam menangani pandemik Covid-19 ini harus fair. Jangan hanya melarang ibadah di masjid dan peribadatan lainnya, tapi di waktu yang sama pasar dan pusat keramaian lainnya masih beraktivitas.


"Menyelesaikan Covid-19 jangan hanya gunakan pendekatan agama, ibadah di masjid musala dilarang dan di terminal pasar dan lain lain masih ramai. Pemerintah harus intervensi untuk melarang kerumunan," demikian kata Gus Nadir.

Gus Nadir menjelaskan, hasil riset yang pernah ia lakukan mengenai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Fatwa MUI akan efektif dan memiliki tingkat kepercayaan umat tinggi hanya di bidang aliran sesat dan kasus pornografi.

Terkait fatwa yang berkaiatan dengan fikih sangat tidak efektif dan banyak yang menentang.

"Nature penduduk Indonesia itu musuh bersama seperti aliran sesat dan moral, penistaan agama itu akan kompak, fatwa MUI akan jadi pemersatu. Fatwa politik juga tidak begitu dijalankan umat. Tapi kalau sudah masuk wilayah fikih akan jarang diikuti, contohnya soal rokok saja umat susah matuhi," urai Pria asal Cirebon ini.

Gus Nadir menilai, penyelesaian wabah Covid-19 akan efektif jika tes masal dilakukan secara masif. Dari jumlah penduduk Indonesia yang menembus 270 juta, sampel yang sudah dites terbilang sangat kecil. 

"Saya cenderung mengatakan selama belum ada tes masif wabah ini akan terus meluas. Indonesia paling rendah di dunia untuk tes masal, maka semua orang diduga kuat punya potensi membawa virus itu dan menularkan," kata Gus Nadir.

Ia meminta masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah. Keluar rumah dilakukan apabila ada kepentingan yang mendesak.

Terkait dengan pasar sebagai sumber logistik masyarakat, pemerintah harus memastikan aturan physical distancing berjalan dengan maksimal.

"Kalau perut lapar diganti dengan apa? maka harus ke pasar, pemerintah harus memastikan diatur jaraknya, posisinya. Bahkan kalau perlu dibatasi yang masuk ke pasar masuk 50 orang. La ini di Indonesia coba lihat saja pasar masih ramai kerumunan orang seperti nggak ada pandemik," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya