Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Waspada, Penularan Paham Radikal Terjadi Di Dalam Lapas

SABTU, 25 APRIL 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Paham radikal yang berkembang di tengah masyarakat menjadi pekerjaan rumah bagi aparat. Sudah banyak warga yang terpapar paham radikal dan kedapatan melakukan aksinya diamankan dan dimasukan ke dalam lapas.

Namun, ternyata Lapas pun menjadi penyebaran paham radikal.

Polri menyebutkan terduga teroris berinisial JHR alias AH yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (23/4) kemarin lalu, telah terpapar ideologi radikal saat dia berada ditahan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).


Sebelumnya, AH dihukum karena tindak pidana umum. Kemudian dimasukan ke lapas di Madura yang juga merupakan lokasi penahanan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ada sebuah penularan paham radikal yang diterima oleh AH dan semakin berkembang hingga bergabung bersama-sama dengan kelompok JAD Jawa Timur," terang Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, melalui siaran langsung di akun Instagram Divisi Humas Polri, pada Jumat (24/4).

Di dalam Lapas Madura itu, AH berkenalan dengan tokoh JAD Jawa Timur yang juga di tahan di sana.

"Di sanalah AH mengenal salah satu tokoh JAD Jawa Timur yang sama-sama sedang menjalankan hukuman penjara," lanjut Asep.

Selama di dalam tahanan itu, tokoh JAD tersebut menyusupi pemikiran AH dengan paham-paham radikal, sehingga akhirnya AH bergabung dengan kelompok itu.

Penangkapan terhadap AH terjadi di salah satu lokasi perusahaan eskpedisi, di Surabaya, sekitar pukul 09.20 WIB. Terduga teroris itu merupakan seorang warga desa Ngebrug, Kabupaten Malang.

Saat penangkapan, polisi pun mengamankan dua pistol jenis FN, satu laras panjang serta ratusan amunisi.

Hingga saat ini pun aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga teroris tersebut secara intensif. Mereka belum dapat membeberkan motif ataupun peranan dari AH di jaringan JAD.

JAD adalah kelompok yang mendukung keberadaan ISIS. Kelompok ini sempat dipimpin oleh Aman Abdurahman, tokoh yang diyakini sebagai pemimpin ISIS di Indonesia dan bertanggung jawab atas serangan bom di Jl. Thamrin, pada 2016.

Aman sendiri sudah divonis mati atas aksi terorismenya itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya