Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Banyak Perusahaan Tetap Operasi Selama PSBB, Penyebab Pergerakan Orang Di Jakarta Masih Ramai

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 22:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banyaknya pergerakan orang di Jakarta selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan salah satu penyebabnya karena adanya dunia usaha yang tetap beroperasi di luar sektor yang dikecualikan.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melalui Twitter pribadinya.

"Kegiatan usaha itu masih berlangsung karena mendapat izin Kementerian Perindustrian untuk beroperasi," ungkap Prasetyo Jumat (24/4).


"Sementara Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melarang ada operasional usaha selain delapan jenis yang dikecualikan," sambungnya.

Oleh karenanya, Politisi PDI Perjuangan itu meminta Pemprov DKI memperketat pengawasan terhadap perusahaan di luar pengecualian yang belum menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home.

Komunikasi pun, lanjutnya, juga harus terus dilakukan untuk menghasilkan kebijakan yang strategis serta mengevaluasi secara keseluruhan PSBB tahap pertama kemarin.

"Mari sama-sama jaga kedisiplinan kita untuk menyukseskan PSBB ini, sinergi, bersatu padu gotong-royong melawan Covid-19," tandasnya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta resmi diperpanjang mulai hari ini selama 28 hari ke depan sampai dengan 22 Mei mendatang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya