Berita

Fuad Bawazier/Net

Publika

Sayangnya Sang Virus Tidak Bisa Membedakan Siapa Yang Mudik Dan Siapa Yang Pulang Kampung

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 12:17 WIB | OLEH: FUAD BAWAZIER

DALAM rangka mencegah penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19, Presiden Jokowi bilang bahwa pulang kampung boleh tapi mudik dilarang.

Ada juga yg bilang sebaliknya, pulang kampung dilarang tapi mudik boleh. Ada yang bilang dua duanya dilarang kecuali tidak ketahuan petugas atau tidak terhalang penutupan jalan. Ada juga yg berpendapat semuanya bebas saja karena tidak (belum) ada sangsinya, paling paling himbauan atau kalau ketahuan diminta isolasi.

Tapi yang paling banyak adalah orang yang terkaget kaget atau terkejut bengong karena terminologi mudik itu dibedakan atau tidak sama artinya dengan pulang kampung.


Sedangkan pemahaman masyarakat selama ini pengertian kedua kata kata itu sama saja, dan itu memang sesuai dengan kamus bahasa Indonesia.

Mudik ya pulang kampung dan pulang kampung ya mudik.  Karena isunya cukup hangat, akankah Kamus Besar Bahasa Indonesia mengubah definisinya? Belum tentu. Masyarakat umum juga tidak mudah mengubah pemahaman atas kedua istilah itu, kecuali sudah ada perubahan resmi dari kamus bahasa.

Tidak ngefek kata anak zaman now.

Paling paling yang pusing tujuh keliling adalah pejabat yang sekarang harus merumuskan “perbedaan” tafsir istilah mudik versus pulang kampung dalam penyusunan aturan mudik dan aturan pulang kampung.

Mungkin lebih stres lagi atau extra repot adalah petugas lapangan yang harus menjalankan aturan kebijakan larangan pulang kampung eh larangan mudik, maksud saya. Yang mudik akan “berbohong” bilang pulang kampung.
Semua diskusi diatas hanyalah urusan manusia untuk mencegah penyebaran virus corona, yang umumnya dari kota kota besar ke daerah atau desa.

Sayangnya virusnya sendiri tidak mampu membedakan mana orang yang mudik, mana yang pulang kampung. Mana yang pintar mana yang bodoh; mana yang bohong mana yang jujur, mana yang kaya  mana yang miskin, mana yang pangkat mana yang rakyat jelata.

Pokoknya virus menghajar siapa saja. Dasar virus!

Jadi akankah efektif pembedaan mudik dan pulang kampung dalam penyebaran virus?

Tentu saja tidak. Dan de facto sudah banyak yang mudik eh pulang kampung.  Kini menjadi tugas Daerah mengantisipasi pemulang kampung dan kelak tugas kota kota besar khususnya DKI menerima arus balik pemudik eh pemulang kampung itu.

Wah ribet tenan.

Selamat berpuasa.

Penulis adalah mantan Menteri Keuangan RI.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya