Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cegah Penyelewengan Bansos, Bupati Pangandaran Bikin Sayembara Berhadiah

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 10:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dalam upaya penanganan pandemik Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus melakukan berbagai cara terkait penanggulangan penyebaran virus hingga memperkuat Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Penyisiran warga terdampak wabah corona yang belum menerima bantuan sosial juga terus dilakukan. Warga pun diminta sabar dan jangan takut tidak kebagian.

Untuk memastikan kualitas bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) yang diterima warga dalam JPS, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata turun langsung memantau ke warung-warung penyalur bantuan.


Bahkan, untuk memastikan tidak adanya korupsi atau penyelewengan dalam penyaluran bantuan, Jeje membuat sayembara bagi warga Pangandaran yang bisa menunjukan dan membuktikan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pemasok sembako.

“Nanti saya kasih Rp 5 juta kalau memang benar bisa menunjukan adanya korupsi dalam proses penyaluran bantuan,” jelas Jeje, saat melakukan sidak di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kamis (23/4).

Proses penyaluran bantuan, kata Jeje, sengaja dilakukan oleh warung-warung yang ada di Desa supaya ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski di tengah pandemik Covid-19.

“Bukan hal yang susah kalaupun Pemda mau melakukan pengadaan sendiri, toh banyak suplier yang mau. Tapi kan tujuan saya nggak ke sana. Uang ini harus tetap berputar di masyarakat,” tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Diketahui, tiga hal yang sudah dilakukan Pemkab Pangandaran dalam pandemik Covid-19 ini adalah penanggulangan penyebaran virus, JPS, dan pengentasan ekonomi.

“Untuk penanggulangan pascapandemik nanti, ini sedang kita pikirkan supaya ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik. Hari ini pengentasan saja dulu,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya