Berita

Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya, setuju penundaan pembahasan RUU Ciptaker/Net

Politik

Ketua DPR Minta RUU Ciptaker Ditunda, Willy Aditya: Sama Dengan Keinginan Nasdem

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 10:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Nasdem sepakat dengan pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang meminta Badan Legislasi (Baleg) menunda pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) untuk sementara waktu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Baleg fraksi Nasdem DPR RI, Willy Aditya, dalam keterangannya, Jumat (24/4).

"Terkait statement Ketua DPR saya kira itu bahasa tersirat dari keinginan yang sama dengan kami di NasDem," ujar Willy Aditya.


"Sebab tidak mungkin juga mbak Puan akan statement langsung meminta Baleg untuk tidak membahas atau mengeluarkan klaster itu dari RUU. Itu tidak etis. Secara politik itu juga tidak bagus. Maka yang digunakan adalah bahasa ditunda atau ditempatkan di bagian akhir," sambungnya.

Di sisi lain, Willy Aditya juga menilai perlu mengeluarkan klaster ketenagakerjaan dari RUU Ciptaker. Sebab, hal itu sesuai dengan harapan banyak kalangan.

"Saya melihat, semua pihak juga tampaknya sudah satu pemahaman bahwa klaster ini memang perlu dikeluarkan dari RUU Ciptaker. Pemerintah sendiri juga tampaknya sudah sepemahaman, utamanya pascapertemuan Presiden dengan perwakilan tiga serikat buruh. Dan ini bagus. Ini artinya proses komunikasi dan demokrasi berjalan dengan baik," bebernya.

Kendati begitu, Ketua DPP Nasdem ini menyarankan kepada pihak-pihak yang menolak Omnibus Law RUU Ciptaker mesti memberikan solusi, dalam rangka mewujudkan penyederhanaan perizinan dan iklim investasi yang sehat sebagaimana diharapkan pemerintah.

"Terkait pernyataan atau permintaan dari para akademisi itu, ya itu sah-sah saja. Meskipun saya agak menyayangkan. Kalau mereka memang menolak RUU Ciptaker, apa tawaran mereka dalam upaya melakukan penyederhanaan perizinan dan iklim investasi yang sehat," kata Willy Aditya.  

"Jangan cuma minta dan mendesak saja. Apa tawarannya kalau bukan Omnibus Law?" imbuhnya menegaskan.

Sebab, kata Willy Aditya, DPR menampung usulan dan masukan serta melibatkan stakeholder terkait dalam pembahasan Omnibus Law RUU Ciptaker ini.

"Apa-apa yang diusulkan oleh pihak manapun diblejeti di sini. Termasuk RUU Ciptaker ini. Jangan pernah berpikir kalau sebuah RUU masuk prolegnas atau masuk pembahasan otomatis akan lolos atau disahkan. Semuanya dipertarungkan," tegasnya.

"Jadi buat para akademisi tadi, sekali lagi apa tawarannya? Apa tawaran bagi masalah tumpang tindihnya regulasi kita? Apa solusi dari ruwet dan parasitnya birokrasi perizinan kita? Apa jawaban terhadap krisis ekonomi global yang sudah di depan mata? Kalau cuma minta cabut atau menolak saja, aktivis semester satu juga bisa," demikian Willy Aditya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya