Berita

Bahlil Lahadalia/Net

Bisnis

Soal Mafia Alkes, BKPM: Sengaja Industrinya Tidak Dibangun, Banyak Stakeholder Main Di Sektor Ini

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 06:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hingga saat ini Indonesia masih mengimpor alat kesehatan (alkes). Tidak tanggung-tanggung, data menunjukkan porsi impor Indonesia terhadap alkes sekitar 90 persen dibanding porsi yang mampu dipenuhi industri dalam negeri.

Seperti yang disebutkan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu bahwa 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat, begitu juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menguatkan hal itu.


"Menyangkut dengan alat kesehatan, saya setuju sekali. Saya dulu waktu pengusaha 90 persen alkes kita ini impor. Ini sengaja memang," ujar Bahlil dalam rapat virtual bersama DPR, Jakarta, Kamis (23/4).

Ia mengatakan banyak permainan yang dilakukan para stakeholder di sektor alat kesehatan supaya industri ini tidak bisa berkembang di dalam negeri.

"Dari dulu saya juga salah satu pengusaha tahun 2006, itu main barang ini. Aku tahu betul ini barang permainannya bagaimana. Sengaja ini industrinya tidak dibangun," kisahnya.

Saat ini pihaknya akan mengembangkan industri alat kesehatan dengan cara menarik investor asing seperti yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia telah melakukan komunikasi dengan  beberapa investor dari Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jerman.

"Cari investor yang akan investasi bidang alat kesehatan, minta dari Korea, AS (Amerika Serikat) Jerman dengan negara lain sedang kerjakan," jelasnya.

BKPM mencatat total realisasi investasi langsung selama kuartal I 2020 mencapai Rp 210,7 triliun. Investasi tumbuh positif di tengah kondisi perekonomian yang mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19 pada tiga bulan pertama tahun ini. 

Realisasi investasi tersebut mampu tumbuh 8,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang hanya Rp 193,9 triliun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya