Berita

Diskusi virtual membahas vaksi Covid-19/Repro

Kesehatan

Tangani Covid-19, Pemerintah Siapkan Obat Herbal Peningkat Imunitas, Namanya Virgin Coconut Oil

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 20:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) membahas strategi pengembangan vaksin Covid–19 dan herbal melalui diskusi virtual.

Diskusi yang diadakan Kamis (23/4) itu melibatkan kementerian/lembaga, perguruan tinggi dan praktisi kebencanaan.

Pemerintah tengah mempersiapkan alternatif vaksin yang terbuat dari bahan herbal yang ada di dalam negeri. Tujuannya untuk mengobati puluhan ribu pasien infeksi virus corona baru (Covid-19).


Dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, pemerintah bekerjasama dengan Biofarma akan mengembangkan vaksin serta pemanfaatan bioplasma (darah) pasien sembuh untuk menangkal virus corona.

Namun, untuk menemukan vaksin Covid-19, dibutuhkan waktu yang bertahun-tahun. Sehingga, demi mengatasi infeksi corona secara cepat, pemerintah mengembangkan obat herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien. Yakni dengan mengajak The Green Coco Island.

Perwakilan The Green Coco Island, Wisnu, mengusulkan kepada pemerintah untuk mengembangkan Extra VCO (Virgin Coconut Oil), untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan cara diminum.

Menurut Wisnu, minyak dalam VCO mengandung flucare untuk melindungi nasopharynx (semprot hidung, mulut, dan mata). Masyarakat juga bisa membersihkan diri menggunakan black soap untuk membunuh virus dalam 20 detik.

Namun, Wisnu juga menerangkan bahwa Extra VCO ini dapat diproses dengan metode pembekuan dari buah kelapa segar, dengan suhu rendah 10 derajat.

Jika melihat kandungan Extra VCO yang berupa asam laurat dan asam kaprat, ini memiliki khasiat untuk menghancurkan struktur dinding virus. Sehingga, obat herbal ini dinilai bermanfaat sebagai anti viral dan anti bakteri.

Meski bukan obat, VCO dapat dijadikan suplemen tambahan, yaitu makanan esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Penelitian mengenai VCO banyak didukung oleh jurnal ilmiah global (German Cancer Research Center, US) serta saat ini sedang diteliti oleh Filipina bersama WHO.

“Walaupun VCO sudah terdaftar di BPOM, namun belum dilakukan uji klinis dan empiris untuk ditetapkan sebagai OHT (Obat Herbal Terstandar) atau fitofarmaka,” terang Wisnu dalam siaran pers ini.

Menurut Wisnu, Fitofarmaka merujuk pada tahapan herbal yang sudah diujikan ke manusia dan telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk terstandarisasi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya