Berita

Jubir penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Repro

Nusantara

59.935 Penduduk Sudah Diambil Sampel PCR Covid-19, Tapi Jumlah ODP Dan PDP Masih Bertambah, Ini Datanya

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah Kasus positif virus corona baru (Covid-19) masih terus bertambah hingga hari ini. Sebagai langkah deteksinya, pemerintah juga terus memperluas pemeriksaan spesimen di seluruh wilayah di Tanah Air.

Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, hingga hari ini, spesimen yang diambil pemerintah dari penduduk yang diduga terinfeksi kembali bertambah 4.203 orang. Sementara total sebelumnya sebanyak 55.732 sampel.

"Jumlah spesimen yang diperiksa rapid tes PCR hingga hari ini 59.935. Jumlah kasus yang diperiksa 48.647 orang dengan konfirmasi positif 7.775, yang sembuh 960 orang, meninggal 647 orang," ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual, yang disiarkan dari Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (23/4).


Meski begitu, ada penambahan jumlah penduduk yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.337 orang, dan bertambahnya penduduk yang dirawat karena masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 529 orang.

"Sehingga untuk data ODP sampai hari ini sebanyak 195.948, lalu PDP 18.283," sebut Achmad Yurianto.

Jika mengacu data ini, maka pemerintah masih harus meningkatkan kuota pemeriksaan PCR Real Time untuk pasien ODP dan juga PDP Covid-19. Belum lagi untuk mengetahui sebaran Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Sebab diketahui, jumlah spesimen dan kasus spesimen adalah hal yang berbeda. Jumlah spesimen yang diperiksa terhitung sejak 1 April 2020. Satu kasus dapat diambil lebih dari satu kali pengambilan dan lebih dari satu jenis spesimen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya