Berita

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Net

Politik

Dipotong Rp 191 Miliar Oleh Sri Mulyani, Ketua BKPM Kirim Surat Dan Sampaikan Ke DPR

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memotong anggaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 191 miliar, dianggap terlalu besar karena bisa berdampak pada operasional dan kinerja BKPM.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keberatan itu dengan menyurati Sri Mulyani dan meminta agar hal itu ditinjau kembali.

Bahlil Lahadalia menyampaikan hal itu dalam rapat kerja (raker) virtual dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (23/4).


"Kami sudah sampaikan surat Kepala BKPM kepada Menteri Keuangan Nomor:104/a1/20 tanggal 17 April 2020 perihal permohonan pengurangan terhadap alokasi penghematan anggaran BKPM tahun anggaran 2020," kata Bahlil.

Bahlil menguraikan, saat ini anggaran BKPM adalah Rp 585.471.934.000.

Jika dipotong sebanyak Rp 191.210.133.000 maka menjadi  Rp 394.261.801.000.

Jumlah itu dirasa sangat minim dan dapat mengganggu operasional.

Ia bersama jajarannya menyatakan jika hanya dipotong sebesar Rp 61 miliar, mereka bersedia, karena masih bisa mencukupi.

"Jadi kami sudah menyurati Menteri Keuangan agar kami mohon jangan dipotong Rp 191 miliar, tapi cukup Rp 61 miliar saja karena dampaknya nanti pada operasional dan kinerja BKPM," jelasnya.

Kebutuhan kantor perwakilan di luar negeri tidak bisa mencukupi jika pemotongan anggaran sebesar itu.

"Saya pastikan bahwa kantor perwakilan BKPM di 9 negara tidak menutup kemungkinan akan kita pulangkan. Karena anggaran Rp 394.261.801.000 itu untuk membiayai operasional kantor, gaji, dan kantor di luar negeri saja tidak cukup. Tapi sebagai pembantu Presiden, tetap taat apa pun yang diputuskan oleh Presiden selanjutnya," tambahnya.

Sebelumnya, Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 54/2020 untuk pengalihan anggaran kementerian untuk penanganan Covid-19. Awalnya, anggaran BKPM akan dipotong sebanyak Rp 133,4 miliar, dari total pagu anggaran BKPM yang sebesar Rp 585,4 miliar.

Namun, belakangan, Sri Mulyani menambah jumlah anggaran yang akan dipotong menjadi Rp 191,2 miliar.

Setelah dikaji ulang, menurut Bahlil hanya sebesar Rp 61,5 miliar saja yang bisa dihemat.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya