Berita

Kantor DPP PDIP/Net

Hukum

OB Kantor PDIP Ngaku Dititipi Dua Tas Oleh Harun Masiku

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 12:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kader PDIP, Harun Masiku yang juga tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih 2019-2024 menitipkan dua tas kepada staf DPP PDIP.

Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Kusnadi yang merupakan staf DPP PDIP saat menjadi saksi untuk terdakwa Saeful Bahri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

Kusnadi ini merupakan Staf DPP PDIP, tepatnya sebagai office boy (OB) di Kantor DPP PDIP.


Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Moh. Takdir Suhan mempertanyakan perkenalan saksi dengan beberapa nama. Di antaranya nama Hasto Kristiyanto, Harun Masiku, Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah.

Kusnadi pun menyampaikan mengenal semua nama tersebut yang disebutkan oleh Jaksa Takdir.

Selanjutnya, Jaksa Takdir mendalami sebuah peristiwa yang terjadi pada pertengahan Desember 2019 antara Kusnadi dengan Harun Masiku.

"Pak Harun minta tolong pak (Jaksa). Awalnya di receptionist pak. Minta tolong itu aja pak, minta tolong titipan tas. Kalau ukurannya kagak ingat pak. Kalau warnanya itu ingat hitam pak tas ransel pak," ucap Kusnadi.

Jaksa Takdir pun mendalami penyampaian yang disampaikan oleh Harun kepada Kusnadi.

"Ada penyampaian lain meminta tolong yang lain mau ketemu itu?," tanya Jaksa Takdir.

“Nggak ada pak cuma minta tolong nanti itu ada titipan tas buat Pak Donny dan Pak Saeful. Saya menjawab, ya nanti kalau ketemu nanti saya sampaikan," jawab Kusnadi.

Pada hari yang sama, Kusnadi mengaku bertemu dengan Donny Tri Istiqomah yang diketahui merupakan tim kuasa hukum di DPP PDIP.

"Bertemunya Pak Donny, pak. Yang saya sampaikan “Mas ini ada titipan dari Pak Harun”, itu aja. Ketemu Pak Donny di ruang rokok pak, di kantor DPP (PDIP) pak, di situ ketemunya," terang Kusnadi.

Selain itu, Kusnadi pun juga mengaku kembali bertemu dengan Harun Masiku pada akhir Desember 2019. Pertemuan itu terjadi di Rumah Aspirasi di Jalan Sultan Syahrir.

"Pak Harun ini ketemu saya pak (Jaksa) , saya kebetulan di situ di Rumah Aspirasi. Pak Harun menyampaikan ada titipan barang buat mas Saeful. Ya dia (Harun) menyampaikan, “mas ini ada titipan buat mas Saeful, tapi nanti yang ngambil bukan mas Saeful, ada yang ngambil namanya Geri”,” ungkap Kusnadi.

Titipan yang diterima Kusnadi dari Harun adalah sebuah tas koper berwarna abu-abu dalam kondisi digembok. Selain tas koper yang digembok itu, Kusnadi juga mengaku dikasih kunci gembok tersebut dari Harun untuk diserahkan kepada Saeful melalui Geri.

"Saya bilang, “Pak (Harun) ini jam berapa nanti ngambilnya”, kata Pak Harun itu sudah koordinasi sama Saeful itu yang ngambil itu namanya Pak Geri. Nah di situ saya langsung masukin ke resepsionis,” terangnya.

Selanjutnya, Kusnadi  bertemu dengan Geri yang diperintahkan Saeful Bahri untuk mengambil titipan tas koper berwarna abu-abu tersebut dari Harun Masiku melalui Kusnadi.

"(Kusnadi menyampaikan) “Mas Geri ini ada titipan dari Pak Harun buat Pak Saeful”,” kata Kusnadi.

"Kemudian dijawab sama Geri gimana?" tanya Jaksa.

“Katanya, “iya saya sudah tadi dikonfirmasi sama mas Saeful disuruh ngambil di (Rumah) Aspirasi sama mas Kus”, gitu," jawab Kusnadi.

Namun demikian, dari dua titipan tas tersebut dari Harun Masiku, Kusnadi mengaku tidak mengetahui isi dari tas ransel berwarna hitam dan koper berwarna abu-abu tersebut.

"Saya nggak tahu isinya apa, taunya tas aja. Nggak tahu, tahunya koper aja," pungkas Kusnadi.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya