Berita

Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi/Net

Politik

Usul Stafsus Milenial Dibubarkan, PKB: Tidak Ada Manfaat Dan Merepotkan Presiden Jokowi

RABU, 22 APRIL 2020 | 18:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar membubarkan Staf Khusus Milenial.

Ketua DPP PKB Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Staf Khusus Milenial yang membantu Presiden Jokowi di Istana tiak memberi banyak manfaat.     

Pria yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor ini menilai, Stafsus milenial justru menggangu kerja Presiden Jokowi dengan menimbulkan kegaduhan publik.


"Ya karena tidak jelas manfaatnya. Malah merepotkan presiden karena sering membuat gaduh," demikian kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/4).

Lebih lanjut Gus Yaquth menjelaskan, dua kasus Stafsus yang belakangan terjadi membuktikan bahwa peran para milenial itu sangar rawan konflik kepentingan.

"Dari awal saya konsisten ingin Stafsus milenial dibubarkan karena rawan dengan conflict of interest seperti 2 kejadian belakangan Andi Taufan dan belva devawa," tandas politisi PKB ini.

Ia meminta Presidem Jokowi segera merespons kesalahan dua anak buahnya itu dengan mengevaluasi pembentukan Stafsus dari kalangan milenial.

"Dengan langkah itu Presiden akan mendapatkan simpati publik sebagai pemimpin yang benar-benar mampu mendengarkan aspirasi masyarakat," tandasnya.

Dua Stafsus Presiden Jokowi Adamas belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra teleh menghebohkan publik karena diduga telah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan perusahaan yang dimiliki.

Belakangan Belva mundur dari posisi Stafsus Presiden setelah dikritik terkait perusahaannya Ruangguru yang menerima proyek sebagai mitra Kartu Prakerja.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya