Berita

Bupati Tabanan Ni Puti Eka Wiryastuti, saat memimpin rapat membahas anggaran khusus penanggulangan Covid-19 untuk masyarakat Tabanan, Selasa (21/4)/Ist

Nusantara

Tabanan Butuh Rp 100 Miliar Untuk Atasi Dampak Covid-19

RABU, 22 APRIL 2020 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keamanan sosial masyarakat dan memberikan fasilitas terbaik bagi para tenaga medis menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Bali dalam menangani wabah Covid-19.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengurai bahwa pihaknya membutuhkan dana hingga Rp 100 miliar untuk menanggulangi dampak Covid-19. Ada empat bidang utama yang disasar anggaran tersebut, yang terbesar untuk kesehatan dan jaringan pengamanan sosial.

“Kami membutuhkan dana sekitar Rp 103 miliar untuk empat bidang, dengan prioritas di dua bidang yaitu kesehatan dan jaringan pengamanan sosial," ujar Bupati Eka saat rapat dengan jajarannya melalui video konferensi, Selasa (21/4).


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja mengurai bahwa anggaran untuk kesehatan adalah sebesar Rp 23 miliar, sementara jaring pengaman sosial mencapai Rp 78 miliar.

Dua bidang lain adalah ekonomi dengan gelontoran Rp 3 miliar dan bidang penunjang sebesar Rp 1 miliar.

"Secara paralel kami akan membangun ketahanan ekonomi masyarakat dengan beberapa kebijakan, antara lain family farming, menjamin kelangsungan produksi pertanian dari hulu sampai hilir yaitu menjamin ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, sampai pemdampingin oleh para penyuluh," jelas dia.

Ida Bagus Wiratmaja menjelaskan bahwa dana yang siap digunakan sudah 50 persen dari total kebutuhan.

“Saat ini dana tersedia sudah sekitar Rp 50 miliar dan kami sedang berupaya memenuhi kekurangannya sesuai dengan hasil rapat dengan Ibu Bupati," tambah Wiratmaja.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya