Berita

Anies Baswedan diminta bersikap tegas terhadap lurah dan camat yang tidak serius dalam masa PSBB/RMOL

Nusantara

PSBB Di Jakarta Belum Maksimal, Anies Diminta Copot Lurah Dan Camat Yang Tak Serius Bekerja

SENIN, 20 APRIL 2020 | 17:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hingga memasuki hari ke-11 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, hasil yang didapat tampaknya belum maksimal. Masih banyak warga yang tidak disiplin menjalankan imbauan.

"Sejak PSBB di DKI Jakarta pada 10 April 2020 lalu, berdasarkan pengamatan kami di lapangan hingga saat ini tidak maksimal," kata Ketua Umum GL Pro 08, Jimmy CK, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/4).

Jimmy menilai, banyak lurah dan camat yang tidak serius, tidak efektif, dan tidak tegas dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat terdepan untuk mengeksekusi Peraturan Gubernur Nomor 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB.


Jimmy mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak ditemui kerumunan massa di tempat-tempat tertentu yang semestinya dilarang sesuai Pergub.

Jimmy berpendapat, Pergub terkait PSBB sudah sangat jelas dan tegas. Sehingga, jika pelaksanaan PSBB di Ibukota Jakarta tidak maksimal, maka itu akibat tidak maksimalnya aparat kelurahan dan kecamatan dalam menjalankan fungsinya ‘mengamankan’ aturan yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami desak Gubernur DKI, Anies Baswedan, untuk mencopot lurah dan camat yang tidak maksimal menjalankan tugas dan fungsinya terkait penerapan PSBB," tegasnya.

Karena, ketika Gubernur DKI sudah berupaya maksimal, tapi jika tidak didukung lurah dan camat sebagai garda terdepan Pemprov DKI, maka penerapan PSBB tidak akan maksimal dan tidak efektif.

"Ingat, Gubernur DKI telah menyatakan ini bukan untuk kepentingan pemerintah, tapi demi keselamatan jiwa warga atau rakyat khususnya warga Ibukota,” pungkas Jimmy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya