Berita

Ventilator darurat Tim Agusta/Net

Nusantara

Lolos Standar Spanyol, Ventilator Darurat Karya Anak Bangsa Tunggu Lisensi Kemenkes

SENIN, 20 APRIL 2020 | 15:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah krisis kesehatan akibat pandemik virus corona baru (Covid-19) seperti saat ini, kebutuhan akan ventilator semakin meningkat.

Sadar akan hal tersebut, Anton Agusta yang merupakan pengusaha mesin laundry di Jakarta Selatan mempersembahkan sebuah alternatif ventilator yang dibuatnya bersama tim.

Dari akun Facebook Mas Witjaksono pada Senin (20/4), disebutkan alternatif ventilator tersebut sedang dalam tahap perizinan di Kementerian Kesehatan.


Kepada Presiden Joko Widodo dan jajaran kebinetnya, Witjaksono dan tim Agusta berharap penemuannya bisa mendapatkan lisensi agar bisa segera membantu menangani pasien Covid-19.

"Kami bersedia berikan lisensi penemuan kami kepada pemerintah, agar hasil jerih payah kami siang malam dan dengan kolaborasi bersama para ilmuan lebih dari 30 negara di seluruh dunia bisa segera di produksi massal untuk membantu menanggulangi badai Covid-19," ujar mereka.

Ada pun proyek ventilator darurat yang didukung oleh PBNU dan OxyGen Project tersebut juga disebut sudah lolos uji standar di Barcelona, Spanyol dan telah diproduksi secara massal di sana.

"Yang paling penting adalah HPP (harga pokok penjualan) dari alat ini adalah di bawah Rp 10 juta. Jadi sangat masuk akal jika alat ini bisa diproduksi secara massal dan didistribusikan secara nasional," tambah mereka.

Dalam hal teknis, Tim Agusta mengungkapkan 90 persen dari komponen alat tersebut didapatkan di dalam negeri. Di mana durability dari ventilator darurat tersebut bisa sampai 3.000 jam.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya