Berita

Presiden Joko Widodo dan Stafsus Milenial/Net

Politik

Eks Sekjen Demokrat: Soal Etika Saja Stafsus Minta Dimaklumi, Bagaimana Dengan Tagihan Kerjanya?

SENIN, 20 APRIL 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ppernyataan pihak Istana Negara yang memaklumi "ulah" para Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat publik terheran-heran. Termasuk mantan Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Sejak kapan dalam roda organisasi pemerintahan ada kata "memaklumi"?" kata Hinca Pandjaitan dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Senin (20/4).

Sejumlah stafsus dari kalangan milenial memang tengah ramai diperbincangkan publik dan menuai kritikan akibat ulah yang dilakukan.


Mulai dari Andi Taufan Garuda Putra, yang pada awal bulan menyurati camat seluruh Indonesia dengan menggunakan kop Sekretariat Kabinet. Surat dimaksudkan untuk menitipkan PT Amartha Mikro Fintek dalam kegiatan Relawan Desa Lawan Covid-19. Diketahui, PT Amartha merupakan perusahaan milik pribadi Andi Taufan Garuda Putra.

Kemudian, stafsus lain, Adamas Belva Syah Devara yang juga CEO Ruang Guru, yang akan menjadi salah satu dari delapan perusahaan penyedia pelatihan lainnya dalam program pelatihan Kartu Prakerja pemerintah.

Menanggapi itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, menyatakan tindakan para staf presiden atau lumrah disapa stafsus milenial ini harus dimaklumi oleh semua pihak. Sebab, mereka mulanya seorang profesional yang baru terjun di birokrat.

"Perlu dimaklumi karena mereka kan profesional tadinya, bukan birokrat. Jadi mereka tidak terlalu memahami etika birokrasi, bagaimana birokrat itu seharusnya bersikap atau berperilaku," kata Donny Gahral Adian, Rabu (15/4).

"Niatnya mereka baik. Andi niatnya membantu relawan Covid-19 di desa-desa, Belva niatnya membantu pelatihan Kartu Prakerja," imbuhnya.

Menurut Hinca Pandjaitan, pernyataan memaklumi dalam sebuah organisasi negara yang posisinya sangat dekat dengan Presiden selaku orang nomor satu di Indonesia, agaknya tidak patut untuk sekadar dimaklumi. 

"Mereka berada di istana, karena mereka milenial 'terpilih'. Jika perihal etika saja kita harus diminta memaklumi, bagaimana dengan tagihan kinerja?," kata Hinca Pandjaitan.

"Teramat lucu teman-teman ini," imbuhnya menegaskan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya