Berita

Tokoh nasional, DR. Rizal Ramli/Net

Publika

Rizal Ramli ‘Diisolasi’ Anasir Jahat Kekuasaan

SENIN, 20 APRIL 2020 | 11:27 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PENGKRITIK utama ketidakadilan perekonomian kolonial yang dilakukan oleh penjajah Belanda terhadap bumiputera adalah orang Belanda sendiri.

Multatuli, Van Hoevell, mengecam tanam paksa.

Keduanya dimusuhi. Jabatannya digusur.


Di-bully tidak memiliki kesetiaan kepada raja.

Hatta dikriminalisasi oleh pers Belanda, yang bagaikan “BuzzeRp” hari ini menyerang dengan fitnah ekstrimis-radikalis.

Karena Hatta mencerca perekonomian kolonial yang menghisap kekayaan nusantara.

Anak-anak muda Boedi Oetomo menyebut ekonomi kolonial sebagai “tanaman negeri asing” yang tak sesuai dengan iklim Indonesia.

Cokroaminoto mencela perekonomian penindasan seperti itu dengan sebutan “het zondig”. Faham murtad!

Rizal Ramli yang di dalam maupun di luar kekuasaan berpihak kepada kebenaran, yang saat ini menyampaikan berbagai solusi persoalan perekonomian bangsa diserang habis-habisan oleh buzzeRp asuhan “kakak pembina”, yang demi dapat upah bersedia pula dibayar pake nasi bungkus!

Di masa kolonial bangsa ini telah direndahkan. Dihina sebagai bangsa yang paling lemah di dunia. Bangsa tempe yang selalu tidur ayam. Yang pendapatannya cukup sebenggol sehari.

Bangsa yang selalu membungkuk-bungkuk di hadapan pembesar karena kelamaan dijajah. “Lupa” bagaimana cara berdiri tegak untuk memperlihatkan harkat dan harga dirinya sendiri...

Hari ini harkat-harga diri rakyat dan nilai-nilai kebenaran kembali diinjak. Ditumpas seakan hendak dimusnahkan justru oleh elit kekuasaan sendiri yang bersekongkol dengan aseng-asing yang akan berujung kepada kehancuran bangsa.

Tokoh-tokoh seperti Dr. Rizal Ramli yang sejak muda melekatkan hati untuk rakyat dan mewakafkan sisa hidupnya untuk bangsa kini seperti “diisolasi” oleh anasir-anasir jahat kekuasaan.

Kehendaknya untuk beramal kebaikan kepada negeri dimaknai secara picik.

Awan pekat badai prahara
masih berlangsung
tetapi mereka menyangka
itulah sinarnya bulan purnama.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya