Berita

Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Tambah 2 Laboratorium PCR, Pemerintah Sudah Periksa 42 Ribu Sampel

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 18:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah berhasil menambah dua laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang pada Kamis kemarin (16/4) berjumlah 32 laboratorium, kini menjadi 34 laboratorium.

"Sekarang sudah aktif lebih dari 34 laboratorium," ujar Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (17/4).

Dalam kurun waktu dekat ini, diakui Achmad Yurianto, pihaknya akan menambah dan meluaskan sebaran laboratorium PCR. Tujuannya, untuk percepatan analisis penyebaran corona. Namun hingga hari ini, jumlah sampel yang diambil di tengah masyarakat juga mengalami lonjakan.


"Spesimen yang diperiksa sudah lebih dari 42 ribu," ucap Direktur Jenderal dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenekes ini.

Dari total sampel yang sudah diambil itu, baru sebanyak 37 ribu penduduk. Hasilnya, 5.923 orang terkonfirmasi positif, dan 31.211 orang terkonfirmasi negatif.

Adapun untuk jumlah kasus pasien sembuh terus meningkat, pada hari ini totalnya 607 orang. Sementara pasien yang meninggal 520 orang.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya