Berita

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim/Net

Politik

Mantan Bosnya Ada Di Lingkaran Istana, Wajar Ojol Jadi Anak Emas?

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 14:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tak mengherankan jika pemerintah mengistimewakan pengemudi ojek online (Ojol) lantaran mantan bos Gojek Indonesia, Nadiem Makarim saat ini menjadi pembantu presiden sebagai salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf di akun Twitternya @SirianaGde, Jumat (17/4).

Hingga saat ini, di level kementerian masih terdapat kebijakan yang bertabrakan mengenai pengoperasian ojek online di tengah pandemik Covid-19.


“Dari sisi aturan, Kemenhub keluarkan aturan bolehkan ojol angkut penumpang, aturan yang bertentangan dengan aturan Kemenkes bahwa ojol hanya diperbolehkan angkut barang,” kata Gde.

Padahal, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengacu kepada Permenkes No 9/2020 dan UU No 6/2018 tentang Kedaruratan Kesehatan, ojek online dilarang membawa penumpang dalam rangka mencegah penyebaran virus corona baru.

“Secara asas hukum Permenkes ini bersifat khusus (lex specialis) dalam konteks saat wabah Covid-19,” jelas Gde.

Bahkan tidak hanya itu, keistimewaan lain yang diberikan pemerintah terhadap ojol terlihat pada kampanye galang dana kepada ojol oleh Telkomsel dan PT Pertamina, dua perusahaan berstatus plat merah.

“Wajar jika masyarakat berpikir apakah ini karena bos ojol jadi pembantu presiden? Jangan salahkan masyarakat atau tuduh masyarakat hoax, perilaku kalianlah (pemerintah) yang lukai hati masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya