Berita

Wiku Adisasmito/Net

Kesehatan

Gugus Tugas Memprediksi Puncak Penyebaran Covid-19 Terjadi Mei, Jumlahnya 95 Ribu Kasus

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah menyampaikan prediksinya terkait periode puncak penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Indonesia.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, prediksi ini merupakan hasil kajian sejumlah pihak.

"Prediksi kasus ini pada umumnya dilakukan oleh para ahli yang datang dari berbagai kelompok, lembaga ilmiah dan individu," kata Wiku Adisasmito dalam siaran pers virtual yang diselenggarakan di Media Centre Covid-19 Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis kemarin (16/4).


Namun, lanjut dokter spesialis hewan ini, pemerintah meninjau ulang dan mengkolaborasikan dengan kajian yang dimiliki Gugus Tugas. Alhasil, pemerintah menyimpulkan puncak penyebaran Covid-19 di dalam negeri terjadi pada akhir bulan depan.

"Dan kami percaya bahwa puncak pandemik Covid-19 di Indonesia akan mulai pada awal Mei, dan akan berakhir sekitar awal Juni," ungkapnya.

Sementara, untuk jumlah kasus yang akan didapatkan pemerintah akan mencapai 95 ribu kasus. Dalam arti, ada sebanyak 95 ribu orang yang secara kumulatif terinfeksi virus corona.

"Jumlah kasus kumulatif selama puncak adalah 95 ribu," tegas Wiku Adisasmito.

Meski begitu, untuk dua bulan ke depannya, atau pada bulan Juni hingga Juli, pemerintah diprediksi masih menemukan penduduk yang masih terinfeksi corona. Wiku Adisasmito menyebutkan, pertambahan jumlah kasus hingga Juli tidak begitu banyak.

"Sebaliknya, pada Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus," tutup dia.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya