Berita

Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra/Net

Politik

Tak Cukup Permintaan Maaf, Jokowi Harus Copot Stafsus Yang Main Proyek

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 19:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) meminta Presiden Joko Widodo tegas terhadap Staf Khususnya, Andi Taufan Garuda Putra yang diduga bermain proyek pemerintah.

Ketua Alpha, Azmi Syahputra menegaskan, Andi Taufan sudah jelas mencoreng nama lembaga kepresidenan lantaran suratnya kepada camat mencatut kop surat Sekretaris Kabinet.

“Itu bukan untuk main-main, harus diminta pertanggungjawabannya, tidak hanya sekadar minta maaf. Ia patut mundur diri atau diberhentikan,” kata Azmi kepada wartawan, Kamis (16/4).


Menurut Azmi, dengan sikap dan tindakan Andi Taufan, Staf Khusus Presiden sudah lari dari tujuan awal pembentukan, yakni mitra presiden membangun ruang komunikasi kreatif dengan anak muda milenial.

“Staf khusus tersebut telah nyata menggunakan sarana jabatannya tidak pada tempatnya dengan melibatan perusahaannya pada agenda pemerintah. Semestinya yang ditarik presiden jadi Staf Khusus harus melepas jabatan di perusahaannya,” ujar Azmi.

Lebih lanjut, Sekretaris Kabinet harus periksa semua surat Stafsus yang bersurat dan bahkan membuat kebijakan eksternal.

"Jadi evaluasi kinerjanya dan telusuri semua surat-surat Staf Khusus yang sifatnya keluar perlu diaudit, ke mana tujuan surat dan apa esensinya,” pungkas Azmi.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya