Berita

Kalbe Farma/Netet

Kesehatan

Bantu Percepat PCR, Kalbe Tambah Kapasitas Mesin Untuk Pemeriksaan 8 Ribu Sampel Per Bulan

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 18:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Target pemerintah untuk mempercepat dan memperbanyak jumlah pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), akan dibantu oleh PT Kalbe Farma.

Direktur Utama PT Kalbe Farma, Johan Parulian mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya mulai membantu pemeriksaan PCR sejak Senin lalu (13/4).

"PT Kalbe Farma melalui anak perusahaannya KALGen INNOLAB, per tanggal 13 April sudah siap menyediakan layanan service gold standar, dengan mendeteksi RNA virus Sars-Cov2 yang menjadi standar baku pemerintah Indonesia dan WHO," ujar Johan Parulian dalam jumpa pers virtual yang digelar, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (16/4).


Laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan PCR, diterangkannya, sudah sesuai surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK0201/Menkes/234/2020, tentang pedoman pemeriksaan uji PCR. Dimana, laboratorium KALGen INNOLAB memiliki fasilitas dengan biosafety level 2+.

"Serta peralatan pemeriksaan dan sumber daya manusia yang terlatih sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan," sambung Johan Parulian.

Dari kapasitas mesin yang ada saat ini, Kalbe baru bisa menyelesaikan 140 sampel PCR dalam sehari, atau 4.000 dalam sebulan. Akan tetapi Johan Parulian memastikan, pihaknya tengah meningkatkan kapasitas mesin untuk percepatan pemeriksaan.

"Segera kami tingkatkan menjadi 8.000 tes per bulan setelah mesin ekstraksi otomatis kami tiba di Jakarta," ucapnya.

Lebih lanjut, Johan Parulian menerangkan, laboratorium KALGen INNOLAB tidak melakukan tekhnis pengambilan sampel. Seperti melakukan Swab atau mengambil usapan dahak dari pasien corona.

"Sebagai laboratorium pemeriksaan Covid-19, KALGen INNOLAB tidak melayani pasien perorangan. Tetapi hanya menerima sampel dari rumah sakit khusus nya rumah sakit rujukan Covid-19," terang Johan Parulian.

"Dan hasil pemeriksaan laboratorium KALGen INNOlAB akan diketahui dalam waktu 24 jam sejak sampel kami terima," tutupnya menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya