Berita

PDP di Lampung Utara meninggal setelah dirawat kurang dari 2 hari/Repro

Kesehatan

2 Hari Dirawat, PDP Di Lampung Meninggal

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 14:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Baru 2 hari menjalani perawatan di RS Handayani, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, seorang wanita yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akhirnya meninggal dunia pada Kamis dini hari (16/4) pukul 00.40 WIB.

Warga Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan itu diketahui pernah pergi ke area transmisi lokal (Jakarta) naik kendaraan pribadi pada Minggu (12/4).

Saat kembali ke kediamannya pada Selasa (14/4), wanita berinisial MA itu mengeluh nyeri perut, disertai batuk, demam, dan sesak napas. Keluarga MA pun segera membawanya berobat ke RS Handayani.


Hasil pemeriksaan di ruang IGD RS Handayani Kotabumi, Rabu (15/4), pukul 23.30 WIB, keluhan pasien mengarah pada gejala autoimun dan infeksi kronik.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLLampung, kondisi pasien terus mengalami penurunan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dinihari tadi.

Atas riwayat medis yang didapat, pasien ditetapkan dengan kewaspadaan sebagai PDP dengan gejala pneumonia berat dan faktor risiko perjalanan ke Jakarta.

Pasien telah dilaporkan Dinas Kesehatan dan dilakukan swab untuk kepastian terjangkit Covid-19 atau tidak.

Jenasah MA kini telah dimakamkan dengan penanganan kewaspadaan Covid-19 oleh tim forensik RSUD Ryacudu Kotabumi di pemakaman yang telah disediakan Pemkab Lampung Utara.

Prosesi pemakaman jenasah pun dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang diarahkan pemerintah.

Saat dikonfirmasi, anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura, Maya Metissa, membenarkan adanya warga dalam katagori PDP Covid-19 yang meninggal dunia dinihari tadi.

"Sebelumnya, pasien itu sempat dilakukan rapid test oleh rumah sakit tempatnya dirawat dan dinyatakan negatif," kata Maya Metissa.

Tapi, untuk antisipasi lebih lanjut, pihak rumah sakit sudah mengambil sampel lendir dari hidung dan tenggorokan (swab).

Sampel pun telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Palembang, Provinsi Sumatera Selatan untuk dipastikan statusnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya