Berita

Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

APD Berbahan Baku Polyester 100 Persen Mulai Dikerjakan, Ditargetkan 16 Ribu Unit Per Hari

RABU, 15 APRIL 2020 | 21:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah sudah mulai memproduksi sendiri Alat Pelindung Diri (APD) berbahan baku Polyester 100 persen.

"Sudah barang tentu, kelengkapan standar berupa APD untuk petugas medis akan kita penuhi. Kita patut bersyukur, bahwa saat ini sudah bisa diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu menggunakan polyester 100 persen," ungkapnya dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/4).  

Dengan memproduksi sendiri APD, lanjut Achmad Yurianto, pemerintah bisa memastikan kebutuhan APD untuk tenaga medis dalam negeri terpenuhi.


Apalagi katanya, APD yang dibuat secara mandiri ini standar terbaik yang diakui WHO.

"Ini sudah bisa dilaksanakan berkat dukungan dari asosiasi pertekstilan Indonesia, yang sudah lolos tes pada uji di Balai Besar Tekstil Kemenperin, dan diakui standarnya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)," jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini berharap, ketersedian APD dari produksi sendiri ini bisa ditargetkan banyak. Bahkan disebutkan, produksi ditargetkan mencapai 16 ribu APD dalam sehari.

"Kita mentargetkan bahwa produksi ini bisa dikejar sampai dengan 16.000 APD per hari. Ini adalah upaya keras kita, sehingga diharapkan seluruh petugas kesehatan di seluruh pelosok tanah air bisa bekerja dengan tenang, bisa bekerja dengan rasa aman," ujar Achmad Yurianto.

"Oleh karena itu, ini bagian dari keseriusan kita," dia menegaskan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya