Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Kasus Terus Meningkat, Presiden Jokowi Harus Ambil Alih Komando Penanganan Covid-19

RABU, 15 APRIL 2020 | 07:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perkembangan kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia semakin memprihatinkan. Tercatat sudah ada 4.939 pasien positif terjangkit dan mengakibatkan 459 orang meninggal dunia.

Kondisi itu diperburuk dengan silang pendapat para pembantu Presiden Joko Widodo dalam menyampaikan berbagai kebijakan negara dalam melakukan upaya penanggulangan wabah Covid-19.

Pengamat politik Universitas Nasional (Unas), Andi Yusran meminta Presiden Jokowi segera mengambil alih pusat komando dengan menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.


Menurut Andi, tampilnya Menko PMK dalam mengambil tanggung jawab penanganan sangat penting untuk mencegah silang pendapat yang selama ini terjadi di antara para menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Presiden Jokowi harus membuat desain khusus penanganan Covid-19. Kalau nggak Presiden yang bicara ya Menko PMK yang harus tampil mengambil tanggung jawab, berkoordinasi langsung dengan presiden.  Jadi tidak ada menteri-menteri lain bicara saya kira itu struktur terbaik," demikian kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).

Lebih lanjut, Andi menilai, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang sudah dibentuk oleh Presiden sifatnya adhoc dan hanya menjalankan teknis operasional penanganan wabah virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

Andi memprediksi jika Menko PMK yang memegang kendali terkait informasi dan kebijakan dalam penanganan Covid-19 maka tidak akan terjadi persoalan kebijakan yang berbenturan.  

"Karena masalah penyakit masalah Kesera ya Menko PMK saja sehingga tidak ada lagi Menkes bicara, Menhub bicara, kalau sekarang Menkes buat aturan, Menhub buat aturan ini kan bertabrakan, saya pikir ini akan tidak terkoordinasi dengan baik. Apalagi ini menjurus ke pandemik, gugus tugas itu operasional," kata Andi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya