Berita

Heri Gunawan/Net

Politik

Diminta Susun DIM Omnibus Law, Fraksi Gerindra: Draf Belum Diterima, Apa Yang Akan Kami Buat?

SELASA, 14 APRIL 2020 | 17:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan draft Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) sebelum akan membahasnya lebih jauh.

Sebab, bagaimana ingin melakukan daftar inventarisasi masalah (DIM) jika draft yang akan dibahas belum diterima fraksi-fraksi di DPR.

Begitu ditegaskan Anggota Badan Legislasi (Baleg) Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan saat rapat kerja (Raker) Baleg DPR RI bersama pemerintah, Selasa (14/4).


"Satu catatan yang mungkin ingin saya tanyakan dulu, pimpinan. Sekarang ini kita diminta kesiapan kita kapan DIM diserahkan ke pemerintah. Tetapi di satu sisi, kami ingin bertanya kepada pimpinan Baleg, apakah draf RUU sudah diterima oleh Baleg?," kata Hergun, sapaan karib Heri Gunawan dalam ruang rapat.

Menurut Hergun, pihaknya belum dapat memastikan apakah akan membahas RUU Omnibus Law Ciptaker tersebut diinternal fraksinya untuk selanjutnya dibahas DIM dan diserahkan kepada pemerintah. Sedangkan, draft RUU sapu jagat itu sendiri belum diterima

"Ya tentunya kami meminta dulu dong draf RUU dari pemerintah agar kami biaa mengkaji di dalamnya itu ada apa. Supaya kami bisa selesaikan DIM-nya itu, pimpinan," tegasnya.

"Kalau sekarang kita diminta untuk buat DIM, sementara dari pemerintah belum menyerahkan kepada Baleg, ya tentunya kita tidak akan tahu isinya apa? Percuma karena kita tidak tahu draf RUU-nya. Apa yang akan kami buat, pimpinan?" imbuhnya menegaskan.

Menanggapi Hergun, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas menjawab pertanyaan politisi Gerindra tersebut. Menurutnya, hari ini pihak Baleg akan mendistribusikan draft RUU Omnibus Law Ciptaker tersebut kepada semua fraksi untuk selanjutnya dilakukan pembahasan DIM oleh fraksi-fraksi.

"Saya baru dapat info, saya pikir ini (draf RUU) sudah dikirim ke fraksi-fraksi, rupanya baru hari ini akan dikirim. Hari ini akan segera didistribusikan kepada setiap fraksi," ujarnya.

"Jadi saya minta ke pihak sekretariat, baik soft copy maupun hard copynya itu bisa diberikan ke fraksi-frkasi. Kalau bisa hari ini segera dikirim," demikian Supratman Andi Agtas.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya