Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan/Repro

Politik

Di Raker, Fraksi Demokrat Tolak Bahas Omnibus Law Dan Minta Fokus Penanganan Covid-19

SELASA, 14 APRIL 2020 | 16:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Demokrat menolak membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang masih terjadi di tanah air. Terlebih, draf RUU itu sendiri belum diterima fraksi-fraksi di DPR RI.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan saat rapat kerja (Raker) Baleg DPR bersama Pemerintah membahas Omnibus Law RUU Ciptaker, Selasa (14/4).

"Ada beberapa hal yang sangat mendasar untuk menjadi catatan kita, sebelum kita menanggapi yang disampaikan pemerintah (Menko Perekonomian Airlangga Hartarto)," ujarnya mengawali pandangan fraksi Demokrat.


"Kita kan belum dapat materinya (draf RUU). Oleh karena itu, kalau materinya saja belum dapat, Fraksi Partai Demokrat meminta jadwal-jadwal yang sudah disepakati kita tunda dulu supaya kita punya kesempatan membacanya, mempelajarinya, dan memberikan pandangan sesuai fraksi," sambung Hinca Panjaitan.

Sekjen Partai Demokrat ini menilai, di tengah pandemi Covid-19 sedianya pemerintah termasuk DPR RI memprioritaskan penanganan wabah virus corona yang kian mengkhawatirkan dibanding membahas Omnibus Law yang bisa ditunda dan dilanjutkan di kemudian hari.

"Saya kira belum tepat kita bicara ini. Karena dalam suasana pandemik yang meminta perhatian serius kita, terutama dari pemerintah dan kita (DPR) semua. Maka saya kira perhatian dan energi kita baiknya ditumpahkan soal menghadapi ini dulu (Covid-19), bukan membahas undang-undang ini," sesalnya.

Lebih lanjut, Hinca juga meminta Baleg DPR dan pemerintah menunda pembahasan RUU Ciptaker, termasuk membahas DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) fraksi-fraksi.

"Fraksi Partai Demokrat meminta pimpinan kita tunda saja dulu kita fokus pada penanganan masalah di lapangan yang menyentuh langsung ke masyarakat banyak. Terima kasih," pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya