Berita

Di tengah penetapan PSBB, masih banyak masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk mencari nafkah/Net

Politik

Warga Berjubel Di Stasiun KRL Bogor, Saleh Daulay: Pemerintah Harus Penuhi Kebutuhan Pokok Dan Subsidi Lengkap

SENIN, 13 APRIL 2020 | 17:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diharapkan untuk memperhatikan nasib masyarakat yang terpaksa bekerja ke luar rumah di tengah pandemik Covid-19 saat ini.

Selain menjamin kebutuhan pokok masyarakat, pemerintah juga harus memberikan subsidi kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga masyarakat tak perlu berpergian dan bisa membantu memutus mata rantai penyebaran corona.
Harapan itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Saleh Partonan Daulay. Pernyataan ini terkait peristiwa berjubelnya warga di Stasiun KRL Bogor, Jawa Barat, pada Senin pagi (13/4).

"Jika pemerintah melarang mereka keluar rumah, maka konsekuensi mereka (masyarakat) harus diberi bantuan sosial, subsidi, yang betul-betul lengkap. Bukan hanya listrik saja, tapi mereka butuh pangan, kebutuhan pokok sehari-hari yang harus mereka konsumsi setiap hari," ujar Saleh Daulay saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/4).

"Jika pemerintah melarang mereka keluar rumah, maka konsekuensi mereka (masyarakat) harus diberi bantuan sosial, subsidi, yang betul-betul lengkap. Bukan hanya listrik saja, tapi mereka butuh pangan, kebutuhan pokok sehari-hari yang harus mereka konsumsi setiap hari," ujar Saleh Daulay saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/4).

Menurut Saleh Daulay, pemerintah pusat juga harus menyambut baik inisiatif Pemerintah Daerah (Pemda) yang sudah bersedia memberikan subsidi kepada masyarakat terdampak pandemik Covid-19.

"Makanya kita harus mendukung apa yang dilakukan Kepala Daerah yang berani memberikan subsidi kepada siapa saja yang kena dampak, tanpa memandang apakah dia penduduk asli kota itu atau bukan. Yang jelas kalau sudah ditutup semua akses, semua tidak boleh keluar. Semua tetap harus disubsidi karena dia terkena dampak langsung dari PSBB itu sendiri," urainya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini meminta pemerintah untuk memperhatikan hal-hal yang mesti dilakukan sebelum mengambil keputusan untuk PSBB.

"Mohonlah pemerintah memperhatikan ini. Jangan sampai kita asyik terus untuk menghitung-hitung kota-kota mana saja lagi yang harus di-PSBB. Sedangkan kalau sudah di-PSBB tidak menghasilkan dampak apa-apa," demikian Saleh Daulay.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya