Berita

Kapolres Kebumen tegaskan jajarannya untuk menangkap warga yang menolak jenazah pasien positif Covid-19/RMOLJateng

Presisi

Kalau Ada Warga Yang Tolak Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Kebumen: Tangkap!

SENIN, 13 APRIL 2020 | 16:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masih adanya penolakan yang dilakukan masyarakat terhadap jenazah pasien positif Covid-19 menjadi keprihatinan tersendiri. Padahal, mulai dari pemerintah hingga para ulama sudah menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada penolakan terhadap jenazah pasien Covid-19.

Untuk itu, Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen untuk tidak menolak jenazah warga yang terpapar atau tenaga medis yang merawat pasien Covid-19.
 
Jika ada masyarakat yang masih nekat melakukan penolakan, pihaknya akan bertindak tegas dan memproses hukum.
 

 
"Di Kebumen jangan sampai ada penolakan jenazah. Jika ada warga masyarakat yang menolak, tindak tegas. Kalau ada yang menolak, tangkap!" tegas AKBP Rudy kepada jajarannya, Senin (13/4).
 
Dikutip Kantor Berita RMOLJateng, pernyataan keras Kapolres Kebumen ini menyusul banyaknya penolakan jenazah di luar Kebumen, hingga menimbulkan keresahan publik.
 
Bahkan baru-baru ini, Polda Jateng telah melakukan penangkapan terhadap tiga pria diduga menjadi provokator penolakan jenazah perawat positif corona dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Ketiga tersangka berinisial THP (31), BSS (54), dan ST (60) diamankan Polda Jateng pada Sabtu (11/4) terkait penolakan jenazah perawat positif virus corona di Kabupaten Semarang.
 
"Jangan sampai kejadian seperti itu ada Kebumen. Jangan sampai warga Kebumen melakukan penolakan,” tegas Kapolres AKBP Rudy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya