Berita

Implementasi jarak sosial/Net

Dunia

Berhasil Turunkan Jumlah Kasus Baru, Australia Dan Selandia Baru Enggan Longgarkan Aturan Jarak Sosial

SENIN, 13 APRIL 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia dan Selandia Baru hadir sebagai dua negara yang dianggap mampu untuk mengendalikan wabah virus corona baru di negara mereka masing-masing.

Kendati begitu, keduanya enggan untuk melonggarkan aturan jarak sosial atau memulai kembali sektor ekonomi terlalu dini seperti yang dilakukan oleh negara lain.

Pada Senin (13/4), Selandia Baru mencatatkan 15 kasus baru dengan 5 orang meninggal dunia. Sementara Australia mencatat 33 kasus baru dengan 61 orang meninggal dunia.


Dikatakan oleh Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt, terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan meski jumlah infeksi terus menurun.

"Sekarang adalah saatnya untuk tetap berada di jalur, untuk melanjutkan isolasi diri dan jarak sosial. Ini menghasilkan pengurangan nyata dalam tingkat pertumbuhan," ujarnya seperti dimuat Reuters.

Selama akhir pekan Paskah, pemerintah Australia dengan ketat mengawasi warga. Helikopter dan pos pemeriksaan dikerahkan untuk mencegah warga bepergian atau melanggar aturan pertemuan publik.

Menurut Kepala Petugas Medis Australia, Brendan Murphy, masih perlu waktu beberapa pekan untuk melihat keputusan apakah Australia sudah bisa melonggarkan pembatasan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Selandia Baru. Di mana Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan akan memperpanjang lockdown yang sesuai jadwal akan berakhir pada 20 April.

"Jumlah kasus kami mungkin kecil, tetapi itu tidak berarti kami belum berhasil memburu virus ini," kata Ardern.

Selain mencegah agar penyebaran tidak kembali meluas, Australia dan Selandia Baru juga memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga sektor ekonomi. Di mana keduanya siap untuk memberikan dukungan bagi bisnis yang terdampak.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya