Berita

Asrama pekerja migran di Singapura/Net

Dunia

Jumlah Kasus Corona Terus Meningkat, Kluster-kluster Baru Di Singapura Bermunculan

SENIN, 13 APRIL 2020 | 11:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jumlah angka infeksi virus corona baru di Singapura terus meningkat. Tidak hanya itu, kluster-kluster baru juga bermunculan di sana.

Dilaporkan oleh Departeen Kesehatan, terdapat 233 kasus baru pada Minggu (12/4) di Singapura, sehingga total kasus di sana saat ini menjadi 2.532 kasus.

Dari kasus-kasus baru tersebut, 51 kasus terkait dengan satu kluster, sementara 15 kasus terkait dengan kasus-kasus sebelumnya.


Saat ini, pihak Depkes tengah melacak 167 kasus lain, di mana 141 di antaranya merupakan pemegang izin kerja yang tinggal di asrama, tempat kerja, dan rumah tinggal lainnya.

Selain itu, Depkes juga menemukan 7 kluster baru, termasuk yang terkait dengan restoran Black Tap di Marina Bay Sand, restoran cepat saji McDonald, dan yang lainnya adalah asrama pekerja migran di Asrama Tuas View dan 85 Asrama Kallang.

Restoran Black Tap, dilaporkan CNA, terkait dengan 8 kasus dan McDonald terkait dengan 5 kasus. Asrama Tuas View dan 85 Kallang Asrama masing-masing memiliki 8 dan 5 kasus.

Cluster yang tersisa terkait dengan Acacia Lodge di Bukit Batok Street 23 dengan 15 kasus, serta 36 Woodlands Industrial Park E1 dengan 20 kasus, dan situs konstruksi Kenyon UBS di 9 Penang Road memiliki 8 kasus.

Acacia Lodge adalah salah satu asrama pekerja migran terbaru yang ditetapkan sebagai area isolasi, yang berarti penghuni harus dikarantina di kamar mereka.

Pada Minggu, Depkes juga mengatakan 32 kasus telah dipulangkan dari rumah sakit dan fasilitas isolasi masyarakat. Sehingga secara keseluruhan, sebanyak 560 kasus telah pulih.

Dari 976 pasien yang masih di rumah sakit, sebagian besar stabil atau membaik, sementara 31 dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya