Berita

Tulisan provokatif yang diduga dibuat kelompok Anarko/Repro

Hukum

IPW: Kelompok Anarko Hanya Mengukur Kegelisahan Dan Anarkisme Publik Saja

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 22:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Masyarakat diharapkan tidak resah dengan isu penyusunan skenario penjarahan besar-besaran pada 18 April 2020 dari kelompok Anarko.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane berpendapat, kelompok Anarko seperti sedang mengukur kegelisahan publik sekaligus hedak mengukur kadar anarkisme di masyarakat pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sehingga bisa disimpulkan kerusuhan dan penjarahan yang mereka sebut-sebut dalam pamfletnya itu sebenarnya tidak ada dan tidak akan terjadi,” kata Neta dalam keteranganya, Minggu (12/4).


Neta mengatakan, situasi sosial dan ekonomi saat krisis pandemik virus corona berbeda dengan Mei 1998 di mana saat itu kebutuhan pokok sangat sulit didapat. Ditambah adanya perseteruan antara elite politik maupun pemerintah yang akhirnya meledak akibat aksi spontan masyarakat dan mahasiswa menentang rezim Soeharto.

Kendati demikian, IPW mengapresiasi jajaran Kepolisian yang telah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi gerakan kelompok Anarko ini.

“IPW juga berharap polri bisa segera menangkap otak di balik kelompok Anarko ini, meski hal itu sepertinya mustahil bakal terungkap,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, jajaranya berhasil mengendus adanya skenario yang telah disusun oleh kelompok berlogo huruf A ini. Ia mengatakan, kelompok ini memanfaatkan situasi krisis saat pendemik virus Covid-19.

"Pada 18 April 2020, mereka berencana melakukan aksi besar-besaran di pulau Jawa, vandalisme, tujuannya menciptakan keresahan dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan keonaran hingga penjarahan," ujar mantan Kapolda Bangka Belitung itu dalam konferensi pers, Sabtu lalu (11/4).

Sebanyak lima pelaku yakni MRR (21), AAM (18), RIAP (18), RJ (19) dan MRH alias Rizky berhasil digulung petugas. Kelimanya merupakan kelompok Anarko yang melakukan corat-coret tembok atau vandalisme dengan bahasa menghasut di beberapa titik di Kota Tangerang, Banten.

Tiga pelaku ditangkap aparat Reskrim Polres Tangerang Kota bersama anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya di sebuah kafe di wilayah Kota Tangerang pada Jumat (10/4). Kemudian dua orang lagi ditangkap di Bekasi dan Tigaraksa Tangerang.

Mereka mecoret tembok dengan tulisan yang sifatnya menghasut, seperti "sudah krisis saatnya membakar", "kill the rich", dan "mati konyol, apa mati melawan". Tulisan-tulisan itu ada di empat titik yakni di empat toko yang ada di Pasar Anyar, Bank BCA di Pasar Lama, Jalan Kali Pasir, dan di Bank BRI Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya