Berita

Orang mengenakan masker untuk mencegah terinfeksi virus corona/Net

Dunia

Inggris Sumbang 200 Juta Pound Demi Hentikan Gelombang Kedua Infeksi Corona

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 11:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Inggris kembali merogoh kocek lebih dalam untuk membantu negara-negara yang rentan terhadap penyebaran virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (12/4), pemerintah Inggris menjanjikan dana sebesar 200 juta pound kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu negara miskin dan mencegah munculnya gelombang infeksi kedua.

"Sementara dokter dan perawat kami memerangi virus corona di rumah, kami mengerahkan keahlian dan dana Inggris di seluruh dunia untuk mencegah gelombang mematikan kedua mencapai Inggris," ujar Menteri Pembangunan Internasional, Anne-Marie Trevelyan.


"Virus corona tidak menghormati perbatasan negara sehingga kemampuan kita untuk melindungi publik Inggris hanya akan efektif jika kita memperkuat sistem perawatan kesehatan di negara-negara berkembang yang rentan juga," lanjutnya.

Menurut Trevelyan, sebanyak 130 juta pound akan diberikan kepada badan-badan di bawah PBB, termasuk 65 juta pound untuk WHO. Selain itu sebanyak 50 juta pound akan diberikan kepada Palang Merah Internasional untuk membantu daerah yang dilanda perang dan sulit dijangkau.

Sementara 20 pound akan diberikan kepada organisasi dan badan amal lainnya.

Dana tersebut akan membantu daerah-daerah dengan sistem kesehatan yang lemah seperti Yaman dan Bangladesh untuk menghentikan penyebaran virus.

Menanggapi kontriobusi Inggris, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus memberikan pernyataannya.

"Kontribusi dermawan Inggris adalah pernyataan kuat bahwa ini adalah ancaman global yang menuntut respons global," kata Tedros seperti dimuat Reuters.

"Kita semua bersama-sama melindungi kesehatan di seluruh dunia akan membantu melindungi kesehatan orang di Inggris," lanjutnya.

Berbeda dengan Inggris, pemerintah Amerika Serikat justru mempertimbangkan untuk memotong pendanaan WHO karena penanganan organisasi tersebut yang dinilai lambat dan "Chins-sentris".

Hingga saat ini, virus corona dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang di 210 negara dan wilayah di dunia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya