Berita

Kondisi Barcelona saat lockdown/Net

Dunia

Spanyol Mulai Buka Kembali Bisnis, Begini Aturan Bagi Perusahaan Di Tengah Lockdown

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 10:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Spanyol mulai bersiap untuk menjalankan roda perekonomiannya di tengah penguncian seiring dengan laporan kasus baru terendah sejak 23 Maret.

Sabtu (11/4), pemerintah telah membuat pedoman bagi warga yang akan kembali bekerja dengan melonggarakan pembatasan penguncian yang diberlakukan sejak pertengahan maret.

Di mana mulai Senin (13/4), beberapa industri seperti konstruksi dan manufaktur akan mulai diizinkan kembali beroperasi sehingga ribuan orang bisa kembali bekerja.


Di bawah pedoman bagi para pekerja yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri, perusahaan yang mulai beroperasi harus menyediakan peralatan pelindung yang sesuai standar dan memastikan jarak antara karyawan setidaknya dua meter.

Meski banyak dikritisi karena dianggap terlalu dini untuk membuka kembali tindakan penguncian, namun Menteri Dalam Negeri Fernando Grande Marlaska mengungkapkan pembatasan gerak akan tetap dilakukan.

"Kami masih dalam tahap penguncian. Kami belum memulai relaksasi (pembatasan)," katanya pada konferensi pers bersama dengan Menteri Kesehatan Salvador Illa seperti dimuat Reuters.

Marlaska menjelaskan, mulai beberapa hari ke depan, pasukan keamanan akan mendistribusikan 10 juta maskerdi pusat transportasi umum.

Meski sudah dirilis, namun beberapa pihak masih mempersoalkan pedoman baru tersebut, termasuk Kepala Transportasi Madrid, Angel Garrido.

"Baik wilayah Madrid maupun otoritas transportasi lokal lainnya tidak memiliki informasi tentang distribusi masker yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan," ujar Garrido dalam cuitannya.

Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Spanyol saat ini memiliki jumlah infeksi sebanyak 163.027 kasus dengan 16.606 orang meninggal dunia dan 59.109 orang dinyatakan pulih.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya