Berita

Bernadus Wisnu Widjaya/Net

Nusantara

Muhammadiyah Dan BNPB Sepakat Gotong Royong Hadapi Covid-19

SABTU, 11 APRIL 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dalam rangka memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanggulangan Covid-19, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah mengadakan diskusi mingguan online dengan tema dan para pembicara yang berbeda-beda dengan tajuk Covid Talk.

Kamis kemarin (9/4) adalah sesi ke-3 Covid Talk dengan tema "Membangun Ketahanan Pangan di Masa Pandemik" dengan pembicara Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief dari perspektif masyarakat sipil dan Deputi Sistem dan Strategi BNPB, Bernadus Wisnu Widjaya dari perspektif pemerintah.

Diskusi yang digelar secara daring melalui aplikasi telekonferensi tersebut berlangsung dari pukul 13.00-14.30 dengan moderator Koordinator Lingkungan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP Aisyiyah, Hening Parlan. Diskusi terlaksana dari Kantor PP Muhammadiyah Cik Di Tiro, Yogyakarta.


Mengawali diskusi, Hilman Latief menyampaikan bahwa krisis yang dihadapi saat ini berbeda dari biasanya karena dirasakan hampir semua warga masyarakat Indonesia.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga masyarakat sipil khususnya lembaga filantropi baik yang berafiliasi dengan agama tertentu maupun yang bukan," katanya.

Hilman juga mengatakan bahwa dalam konteks ketahanan pangan terkait wabah Covid-19 ini harus dicermati siapa kelompok terdampak yang paling utama karena hampir semua sektor terdampak wabah Covid-19 ini baik formal maupun informal yang menjadi sektor terbesar di Indonesia.

"Yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan bayi mereka harus mendapat perhatian khusus," ujarnya.

Selanjutnya Hilman memaparkan dalam merespons wabah Covid-19 ini perlu ada rencana kontinjensi jangka pendek.

"Pertama, lembaga-lembaga masyarakat harus melakukan relokasi dana dan redesain program. Kedua, yang sudah banyak dilakukan, yaitu tindakan kuratif dan preventif seperti penyemprotan serta penyiapan APD. Ketiga, adalah tanggap urusan pangan dengan mengadakan subsidi pangan baik oleh pemerintah maupun lembaga masyarakat non pemerintah," imbuhnya.

Untuk menghadapi wabah Covid-19 yang tidak tahu sampai kapan berlangsung ini, Hilman menekankan lembaga filantropi hendaknya tidak hanya berpikir untuk sekedar memberi tetapi juga harus dipikirkan membangun ketahanan pangan dari hulu ke hilir.

"Masyarakat sipil harus memikirkan efek jangka panjang wabah ini dengan memikirkan juga bagian hulu pengadaan pangan ini karena kemampuan memberi masyarakat ada batasnya," sambungnya.

Sementara itu B. Wisnu Widjaya menyampaikan, strategi penanggulangan Covid-19 yang dilaksanakan BNPB. Wisnu menyampaikan bahwa dalam menyikapi wabah Covid-19 ini ibarat perang semesta, perang perkotaan satu lawan satu yang mana setiap orang tidak bisa semata-mata mengandalkan orang lain.

"Yang kita perlukan harus satu komando, jangan kita kehilangan fokus dan kesatuan sehingga hilang energi kita pada perdebatan," katanya.

Di sisi lain, Wisnu juga mengakui fakta bahwa kita sebagai bangsa tidak bisa disiplin terutama untuk melaksanakan pembatasan jarak. Namun, tidak bisa pula memaksakan kedisiplinan saat ini apalagi dengan pemaksaan, karena semua itu butuh proses panjang. Itu ditambah pula edukasi masih rendah, ekonomi kurang baik dan cakupan fasilitas kesehatan masih rendah.

Wisnu menyampaikan pula bahwa bencana wabah Covid-19 ini sangat unik dan kompleks kita tidak perlu membandingkan dengan negara lain. "Bencana itu adalah urusan bersama maka dihadapi bersama, itu yang menurut kami powerfull," tambahnya.

Wisnu menambahkan kita sebagai bangsa punya modal sosial yang besar dengan adanya struktur birokrasi sampai tingkat RT ini yang berbeda dengan negara lain juga adanya kekuatan masyarakat sipil.

Terkait dengan pangan, Wisnu menegaskan tiga bulan ke depan stok pangan masih aman tetapi ke depannya harus menyiapkan ketahanan pangan dengan baik karena banyak orang menghentikan kegiatannya. Mengakhiri diskusi baik Hilman maupun Wisnu sepakat adanya sinergi, bersatu dan gotong royong dalam menghadapi wabah Covid-19 ini.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:36

Memahami Trust: Energi yang Hilang

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:22

Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik Mudik

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:19

Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Tembus 101 Persen Saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45

Polri: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat hingga 73 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:29

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:51

Hari ke-12 Operasi Ketupat: Jumlah Kecelakaan 198, Meninggal 18

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:01

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:46

Kembali ke KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:28

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:18

Selengkapnya