Berita

Kusfiardi/RMOL

Politik

Kusfiardi: Lebih Baik Pemerintah Jujur Ke Masyarakat Agar Penanganan Covid-19 Efektif

SABTU, 11 APRIL 2020 | 02:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wabah Coronavirus Disease (Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan, Data hari Jumat (10/4) tercatat ada 3.512 orang terjangkit dan 306 pasien yang tidak bisa diselamatkan alias meninggal.

Analis Ekonomi Politik Indonesia, Kusfiardi mengatakan, di saat kondisi seperti saat ini ketegasan pemerintah dalam menangani Covid-19 sangatlah dibutuhkan. Tujuannya adalah membangun kepercayaan publik terhadap upaya penanganan wabah virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ini.

"Jangan sampai saat ini kepercayaan masyarakat ke pemerintah kurang, harus ada ketegasan, harus didukung dengan langkah dan data valid. Kepercayaan ini penting untuk mencegah wabah ini meluas. Nggak bisa lagi pakai retorik, retorika yang menenangkan justru membuat panik," kata Kusfiardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/4).


Kusfiardi meyakini, dengan keterbukaan pemerintah, masyarakat jusrti akan sadar dan bersatu padu menjadi bagian dalam upaya membasmi virus yang sudah mengakibatkan puluhan ribu kematian di dunia ini.  
 
"Lebih baik pemerintah jujur saja, masyarakat akan ngerti, kan banyak saat ini gerakan sukarela. kalau nggak masyarakat yang sudah bergerak oleh kondisis pemerintah yang nggak punya sense of crisis, akhirnya justru memunculkan keresahan baru," tambah Kusfiardi.

Kusfiradi juga meminta pemerintah dan masyarakat menghentikan seluruh perdebatan ekonomi dan hal lain yang tidak ada kaitannya dengan penanganan Covid-19.

Semua elemen, tambah Kusfiardi, harus fokus pada upaya penyelamatan manusia. Sehingga upaya penanganan pandemik global Covid-19 ini bisa teratasi dengan efektif.

"Jangan dicampur baurkan antara covid dan ekonomi, intinya penyelamatan manusianya ekonomi baru nanti," pungkas Kusfriadi.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dalam Film Pesta Babi

Kamis, 28 Mei 2026 | 00:10

Geopolitik Tembaga: Peran Indonesia dalam AI Supply Chain

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:43

Pakar IPB Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:17

Athari Gauthi Tebar Sapi Kurban Lewat Jalur Parlemen Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:30

AMPI Gerakkan Solidaritas Pemuda Lewat Penyaluran Kurban Sapi

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:46

PTK Pastikan Operasional Maritim Tetap Jalan Selama Libur Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:37

Menlu Sugiono: Kunjungan Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:10

Purbaya Samakan Dirinya dengan Nabi Yusuf: Sama-sama Menteri Keuangan

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:08

Jokowi Ingin Pamer Kekuatan ke Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56

Istana: 1.098 Sapi Kurban Merupakan Bantuan Pemerintah lewat Banpres

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:33

Selengkapnya