Berita

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Ibaratkan Seperti Kisah Abu Nawas, Mardani: RUU Cipta Kerja Justru Cabut Hak Pekerja

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 23:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menyampaikan penolakannya terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Menurutnya, prinsip dasar peraturan tersebut telah menciderai nilai-nilai undang-undang yang ada.

“Mestinya cukup dengan memasukkan UU yang ada, bukan dengan menghadirkan UU baru yang bertentangan dengan UU lainnya,” ujar Mardani lewat pesan singkatnya, Jumat (10/4).

Mardani juga melihat beberapa pasal yang dijadikan satu di dalam draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja tanpa menghapus seluruh pasal-pasal pada undang-undang induknya.


“Lalu secara substansi, apakah Omnibus Law RUU Cipta kerja sudah sesuai dengan namanya? RUU ini justru mencabut banyak hak -hak pekerja dan membuat mereka semakin rentan. RUU ini harusnya memuat aspirasi dari pekerja, tidak hanya pemodal,” paparnya.

Elite politik dari PKS ini juga mengatakan, nilai yang dihadirkan dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini juga bertentangan dengan amanah undang-undang dasar yakni untuk menyejahterakan rakyat karena adanya potensi pengurangan hak pekerja.

“Paling penting, dalam menciptakan lapangan kerja (dari investasi) adalah penegakan hukum dan pemberatasan korupsi, bukan "menjual" pekerja kita,” ujarnya.

“Saya juga melihat, paling utama bukan pada peraturan, tapi dipelaksanaan seperti birokrasi dan penegakan hukum yang tegas. Mengutip kisah Abu Nawas yang kehilangan cincin di halaman dan sibuk mencarinya di ruang tamu. Saat ditanya kenapa, jawabannya karena di halaman gelap sedangkan di ruang tamu terang,” tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya