Berita

PPNI GUnakan Pita Hitam Di Lengan Kanan Tanda Duka Cita/Net

Nusantara

Penolakan Jenazah Covid-19 Di Ungaran, Ketua DPW PPNI: Tidak Sepantasnya Dilakukan Kepada Profesi Yang Telah Pertaruhkan Nyawanya

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berduka atas meninggalnya NK, perawat RSUP dr Kariadi Semarang.

NK meninggal pada Kamis (9/4) siang karena terinfeksi Covid-19. Pemakaman NK ditolak warga Ungaran. Hal itu menimbulkan kesedihan yang mendalam bukan saja pada keluarga korban tetapi juga pada selruuh rekan sejawatnya.

Sebagai ungkapan duka, PPNI Jawa Tengah akan memasang “Pita Hitam di Lengan Kanan” pada seluruh tim medis mulai Jumat (10/4) hingga 16 April 2020.


"Dia merupakan salah satu perawat terbaik di RSUP dr Kariadi Semarang. Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya sebagai 'Pahlawan Kemanusiaan' atas komitmen dan dedikasinya selama memberikan pelayanan kesehatan di garda terdepan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk melawan pandemik Covid-19," ungkap Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Edy Wuryanto dalam surat edaran yang ditujukan ke pengurus organisasi profesi perawat se-Jateng.

Edy mengaku sangat kecewa dan prihatin atas respons berlebihan dari masyarakat di lokasi pemakaman yang sudah ditentukan Pemerintah.

"Hal tersebut seharusnya tidak sepantasnya dilakukan kepada seorang profesi yang telah mempertaruhkan jiwa raganya demi pelayanan kemanusiaan," ujar Edy.

Edy mengimbau kejadian tersebut tidak memutus semangat seluruh perawat di Jawa Tengah untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas.

Ia berharap seluruh tim medis mengutamakan keselamatan masyarakat sesuai dengan doktrin dan sumpah profesi perawat Indonesia di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada saat ini.

NK semasa hidupnya bertugas di bagian geriatri RSUP dr Kariadi Semarang. Ia meninggal karena terinfeksi covid-19, pada Kamis siang, kemarin. Pemakamannya sempat ditolak di kawasan Ungaran, hingga akhirnya jenazah dibawa kembali ke RSUP dr Kariadi.

Jenazah kemudian dimakamkan di Bergota.
Penolakan Jenazah dipawangi oleh ketua RT setempat. Netizen mengutuk keras sikap ketua RT tersebut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya