Berita

Dedi Kurnia Syah desak pemerintah keluarkan larangan mudik/Net

Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Dedi Kurnia Syah: Sudah Saatnya Pemerintah Putuskan Larangan Mudik!

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 11:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Berdasarkan pembaruan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (9/4), pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 337, sehingga jumlah total mencapai 3.293 kasus.

Sementara untuk pasien yang sudah sembuh bertambah 30, total menjadi 252 orang. Juga ada 40 pasien yang meninggal sehingga total menjadi 280 orang.

Menanggapi data kasus Covid-19 yang terus bertambah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, meminta pemerintah segera tegas mengambil kebijakan. Terutama terkait kebijakan larangan mudik atau pulang kampung.


"Pemerintah sangat perlu mengambil kebijakan larangan mudik atau pulang kampung, tentu ini sangat membantu agar semua khidmat menjalankan physical distancing, sekaligus mendukung program PSBB," kata Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Pengamat politik jebolan Universitas Telkom ini menilai, pemberlakuan PSBB yang tidak serentak di seluruh daerah justru memicu kekhawatiran. Pasalnya, interaksi orang antardaerah sangat mungkin terus terjadi.

"Dengan kondisi sebaran yang kian merata, sulit berhasil jika tidak dilakukan pencegahan secara nasional. Untuk itu pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan agar semua orang tidak melakukan perjalanan," urainya.

Lebih lanjut, Dedi Kurnia Syah juga menekankan agar pemerintah memperhatikan masyarakat yang terdampak ekonomi dari musibah nasional ini.

"Tentu saja, negara miliki beban tanggung jawab untuk memastikan seluruh rakyat tetap hidup tanpa kekurangan," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya