Berita

Bambang Sutrisno/Net

Politik

DPD Desak Kemenaker Lindungi Ratusan Ribu Pekerja Yang Kena PHK

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Tenaga Kerja diminta bertanggung jawab dan berkomitmen melaksanakan UU Ketenagakerjaan menyikapi ratusan ribu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di berbagai daerah akibat dampak virus corona (Covid-19).

Pasalnya, dalam UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 150-172 disebutkan bahwa tidak ada istilah PHK sepihak dan PHK tanpa pesangon.

Begitu ditegaskan Ketua Komite III DPD RI, Bambang Sutrisno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4).


"Kemenaker harus berkomitmen menegakkan melaksanakan UU Ketenagakerjaan untuk melindungi hak-hak pekerja yang mengalami PHK oleh pengusaha," tegas Bambang Sutrisno.

Sebab, kata dia, Kemenaker memiliki tugas pengawasan terhadap tenaga kerja dan memaksimalkan pengawasan tersebut di setiap provinsi di Indonesia. Terutama, mereka yang terkena PHK di tengah pandemik saat ini.

"Kemenaker harus tegas memaksimalkan pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan setiap badan usaha yang terduga terkena dampak pendemik Covid-19. Pastikan setiap PHK dilakukan sesuai prosedur UU Ketenagakerjaan," kata Bambang Sutrisno.

Sebanyak 139.288 pekerja di Jakarta terkena PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah (unpaid leave) akibat terdampak pandemik Covid-19. Para pekerja itu berasal dari 15.472 perusahaan.

Rinciannya, 25.956 pekerja dari 2.881 perusahaan terkena PHK dan 113.332 pekerja dari 12.591 perusahaan dirumahkan sementara.

Gelombang PHK ini juga dapat dipastikan tidak hanya melanda Jakarta tetapi juga pada kota-kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang. Misalnya, Depok satu ritel terbesar Ramayana harus menutup gerainya di Depok dan merumahkan karyawannnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya