Berita

Petugas Pemkot Surabaya saat distribusi makanan ke ODP dan PDP/RMOL

Nusantara

Pemkot Surabaya Beri Jatah Makan ODP Dan PDP 3 Kali Sehari

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 15:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan makanan untuk warganya yang termasuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP). Tujuannya menjalankan physical distancing.   

Makanan tersebut, rutin diberikan sebanyak sehari tiga kali dalam sehari.
Makanan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) 14/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya 60/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Permakanan di Kota Surabaya.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, sesuai dengan aturan etika kesehatan, maka identitas mereka pun menjadi rahasia. Termasuk saat pendistribusian makanan juga harus dilakukan secara tertutup oleh petugas puskesmas terdekat.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, sesuai dengan aturan etika kesehatan, maka identitas mereka pun menjadi rahasia. Termasuk saat pendistribusian makanan juga harus dilakukan secara tertutup oleh petugas puskesmas terdekat.

“Tidak boleh semua orang tahu. Makanya itu Puskesmas membagikan permakanan, telur, pokak secara tertutup. Supaya tidak banyak orang tahu karena itu etika kesehatannya,” kata Eddy seperti dilansir dari Kantor Berita RMOL Jatim, Kamis (9/4).

Eddy menjelaskan, selain untuk menjalankan physical distancing, pemberian permakanan ini agar warga Surabaya yang statusnya sebagai ODP maupun PDP ini dapat menjaga imunitas tubuhnya dan dapat mengisolasi diri secara mandiri di rumahnya masing-masing serta terus diimbau tidak keluar rumah.

“Jadi physical distancing itu benar-benar berjalan. Kebutuhannya harus kita cukupi. Kita mungkin tidak bisa mengontrol mereka, tapi kita akan terus imbau supaya tidak keluar rumah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya ini pun menegaskan warga diimbau untuk disiplin dan mentaati aturan masa inkubasi selama 14 hari. Terutama warga ODP dan PDP.

“Seperti yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini upaya ini membutuhkan kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Artinya semua harus ikut  bergerak,”tegasnya.

Selain itu, menu makanan bagi mereka rupanya tidak jauh berbeda dengan makanan pada umumnya yakni menu sehat. Namun, yang membedakan adalah setiap kali pengiriman, setiap makanan ditambahi minuman tradisional (pokak) dan telur rebus.

“Standartnya Rp 23 ribu per box. Kita tambah telur dan pokak jadi satu di dalamnya,” paparnya.

Tidak hanya sampai disitu, Pemkot Surabaya juga memberikan kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, sikat, sisir rambut, sabun mandi dan beberapa kebutuhan lainnya kepada ODP.

“Beberapa hari lalu sudah kami kirim ke mereka,” tegas dia.

Kemudian Eddy memastikan sampai dengan hari ini, Rabu (4/8) jumlah ODP mencapai 917 dan PDP mencapai 367.

Sehingga dari total tersebut semua akan diberi makanan tanpa terkecuali sampai masa inkubasi berakhir.

“Kita mengikuti jumlah terupdate setiap harinya. Jadi dipastikan semua ODP dan PDP memperoleh permakanan,” kata dia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya