Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Publika

Megawati Dan PDIP Jangan Jadi Penonton

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 14:11 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

MOMENTUM kebangkrutan nasional yang ditandai oleh kehancuran perekonomian bangsa saat ini, dan pandemik corona yang telah membunuh sekian banyak nyawa rakyat negeri ini, alangkah terpujinya kalau oleh PDIP dijadikan momentum untuk membuktikan diri sebagai partai yang patriotik, yang berdiri paling depan untuk menyelamatkan rakyat dan menolong negeri ini dari kemusnahan.

Sebagaimana dulu Bung Karno mendirikan PNI (yang merupakan cikal bakal PDIP) bertujuan membebaskan rakyat dari berbagai ketertindasan dan penjajahan.

Momentum kebangkrutan nasional ini sangat penting untuk dijadikan lahan buat mendulang simpati rakyat, dan dijadikan ladang amal oleh Megawati dan PDIP. Sebagaimana dulu Sukarno juga mengamalkan hidupnya untuk bangsa.


Pilihan sikap untuk berdiri paling depan menyelamatkan rakyat dan negeri adalah sangat penting kalau PDIP tidak ingin ditinggalkan simpatisan dan perolehan suaranya musnah di Pemilu 2024 mendatang. Dan siapapun figur capres yang akan diajukan PDIP di 2024 dipastikan bakal ditolak rakyat.

Kalau PDIP dan Megawati hanya sekadar jadi penonton di tengah kebuntuan persoalan yang sangat besar ini, maka akan semakin membekaskan luka & trauma yang sangat mendalam di hati dan memori kolektif publik.

Keinginan mayoritas rakyat dan berbagai elemen pro demokrasi untuk mengubah sistem kepartaian dan mengubah ketentuan presidential threshold yang sangat oligarkis serta membelenggu figur berpotensi untuk memimpin bangsa, niscaya akan menjadi kenyataan.

Sebab penguasa negeri ini hari ini lahir dari sistem yang sangat oligarkis. Yang terbukti hanya menjadikan bangsa dan negeri ini berantakan.

Penulis adalah wartawan senior


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya