Berita

Jalanan di Jakarta sepi/Net

Politik

Pakar: Tidak Ada Strategi Jelas Dalam PSBB Agar Rakyat Bisa Tetap Di Rumah

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 11:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Strategi pemerintah mengatasi wabah Covid-19 dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai belum jelas.

Penerapan PSBB memang akan membatasi gerak masyarakat untuk menghindari penularan masif Covid-19. Mulai dari pembatasan sekolah, kerja, hingga kegiatan agama dan sosial.

Namun bagi pakar hukum tata negara Refly Harun, strategu itu masih belum lengkap untuk meminta orang berada di rumah agar tetap aman dari virus mematikan asal Wuhan, China.


“Persoalannya PP tidak memiliki strategi yang jelas buat orang bisa ada di rumah,” tegasnya dalam channel YouTube pribadi berjudul “PSBB, Nyawa Warga Negara Belum Jadi Prioritas” yang diunggah, Kamis (9/4).

Strategi yang dimaksud adalah tidak adanya jaminan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat untuk selama berada di rumah. Sebab pekerja informal dan harian tentu akan mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Sementara kejelasan wabah berakhir masih belum bisa dipastikan.

“Pemerintah pusat hanya memberi stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial. Tapi belum jelas soal pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari selama masa tinggal di rumah,” tegasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya