Berita

Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas/Net

Politik

Tak Biasa, Baleg DPR Didemo Puluhan Ribu Buruh Tolak Omnibus Law Ciptaker Secara Virtual

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 01:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Puluhan ribu buruh berdemonstrasi menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang beberapa waktu lalu dibahas di Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Para buruh mengaku kecewa pembahasan tersebut tetap digelar di tengah pandemik Covid-19. Namun demikian, aksi penyampaian pendapat itu dilakukan melalui pesan singkat SMS dan aplikasi WhatsApp (WA) ke pimpinan Baleg DPR.

Disampaikan Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas, aksi demonstrasi tersebut sudah berlangsung sejak Selasa lalu (7/4).


"Sudah ada 10 ribuan (SMS dan WA). Saya bahkan bilang, mungkin ini demo terbesar yang dilakukan teman-teman buruh," kata Supratman saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (8/4).

Supratman mengatakan, pesan yang disampaikan buruh lintas perusahaan berupa penolakan RUU Ciptaker dan lebih spesifik menolak klaster ketenagakerjaan.

"Saya sendiri berusaha menjawab satu persatu, tapi tidak mungkin. Sehingga sekarang melalui akun Facebook saya, saya buka tanggapan, masukan yang sifatnya konstruktif," urainya.

Dalam pembahasan RUU Cipta Kerja, kata Supratman, DPR memastikan akan mengakomodir semua stakeholder terkait, termasuk mengundang pihak-pihak serikat pekerja yang terdampak kluster ketenagakerjaan.

"Jadi sebelum daftar inventarisasi masalah (DIM) disusun masing-masing fraksi, kami akan lakukan uji publik, mengundang seluruh stakeholder. Poin-poin keberatan akan menjadi atensi kami di pembahasan nanti," tegas Supratman.

Hasil rapat internal Baleg DPR, diputuskan akan membentuk panitia kerja (Panja) yang beranggotan 39 orang dari 9 fraksi. Nantinya, akan dibahas bersama pemerintah untuk menanyakan kesiapan membahas RUU tersebut di tengah pandemik Covid-19 ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya