Berita

Benny Kabur Harman/Net

Politik

Diingatkan, Kebijakan Anggaran Oleh Pemerintah Harus Dengan Persetujuan DPR

RABU, 08 APRIL 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah Indonesia diminta tidak serampangan dengan tetap berpedoman pada aturan dalam menetapkan kebijakan anggaran.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman mengingatkan pemerintah mengenai cara menetapkan anggaran pendapatan dan belanja yang merupakan ukuran demokratis atau tidaknya suatu negara.
“Di negara dengan fasisme, hanya pemerintah yang menetapkan anggaran. Kalau di negara demokrasi, wajib ditetapkan dengan UU, artinya dengan persetujuan DPR. Itu adat konstitusi kita bukan?,” kata Benny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/4).

Dia menerangkan bahwa dalam menetapkan anggaran, pendapatan dan belanja negara di negara demokratis harus dapat mengantongi persetujuan Parlemen dalam hal ini DPR RI.

Dia menerangkan bahwa dalam menetapkan anggaran, pendapatan dan belanja negara di negara demokratis harus dapat mengantongi persetujuan Parlemen dalam hal ini DPR RI.

“Sikap pemerintah di negara fasisme anggaran pendapatan dan belanja negara hanya ditetapkan sepihak oleh pemerintah, tapi di negara demokrasi faham kedaulatan rakyat seperti Indonesia anggaran ditetapkan UU. Dengan persetujuan DPR,” paparnya.

“Nah sekarang tidak boleh menabrak konstitusi, itulah UUD kita. Presiden dengan alasan apapun tidak punya hak menghapus kewenangan DPR yang diberikan konstitusi menentukan persetujuan anggaran dan belanja, Tidak boleh dengan alasan apapun,” tambahnya.

Menurutnya, presiden di negara demokratis seperti Indonesia dalam mengajukan APBN, RAPBN harus dapat menaati persetujuan DPR.

“Kalau ditolak DPR pakai anggaran yang lama, tidak boleh menghapuskan kewenangan itu, kalau itu melakukan fasis. Jadi, negara kita ini negara demokratis seharusnya meminta persetujuan DPR dulu baru melakukan anggaran dan belanja,” tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya