Berita

China/Net

Dunia

Sementara Wuhan Sudah Bebas, Dua Kota Lainnya Di China Mulai Di-Lockdown

RABU, 08 APRIL 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran virus corona di China telah mengakhiri masa pengunciannya selama dua bulan pada Rabu (8/4).

Semua orang bergembira. Pasalnya, 11 juta penduduk di kota itu akhirnya bisa ke luar rumah dengan bebas sejak 23 Januari lalu.

Namun, China belum bisa tenang. Lantaran dua kota di negeri tirai bambu tersebut mulai menerapkan pembatasan pergerakan.

Kota Suifenhe yang berada di Provinsi Heilongjiang bagian utara mulai membatasi pergerakan warganya setelah menemukan lonjakan kasus impor dari pelancong asal Rusia.

Warga Suifenhe diharuskan tetap tinggal di kompleks perumahan dan hanya satu orang dari setiap keluarga yang diperbolehkan untuk keluar rumah setiap tiga hari sekali untuk membeli kebutuhan.

Selain Suifenhe, Kota Jiaozhou di Provinsi Shandong juga mulai melihat peningkatan kasus Covid-19.

Sejak 1 April, kota dengan 600 ribu penduduk itu juga dikunci karena menemukan kasus asymptomatic atau tanpa gejala yang sangat berisiko.

Sementara itu, dilaporkan Reuters, kasus baru yang dikonfirmasi di China meningkat dua kali lipat pada Selasa (7/4) dari hari sebelumnya. Di mana kasus baru naik menjadi 62 dari 32 kasus.

Sedangkan untuk kasus asymptomatic di China makin memburuk hingga melonjak empat kali lipat. Di mana ditemukan 137 kasus tanpa gejala pada Selasa, dan 30 kasus pada Senin.

Populer

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Kaki Kanan Aktor Senior Dorman Borisman Dikubur di Halaman Rumah

Kamis, 02 Mei 2024 | 13:53

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Bocah Open BO Jadi Eksperimen

Sabtu, 27 April 2024 | 14:54

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

Pj Gubernur Jabar Ingin Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Sempurna

Kamis, 02 Mei 2024 | 03:58

Telkom Buka Suara Soal Tagihan ‘Telepon Tidur’ Rp9 Triliun Pertahun

Kamis, 25 April 2024 | 21:18

UPDATE

Misi Dagang ke Maroko Catatkan Transaksi Potensial Rp276 Miliar

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:51

Zita Anjani Bagi-bagi #KopiuntukPalestina di CFD Jakarta

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:41

Bapanas: Perlu Mental Berdikari agar Produk Dalam Negeri Dapat Ditingkatkan

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:33

Sadiq Khan dari Partai Buruh Terpilih Kembali Jadi Walikota London

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:22

Studi Privat Dua Hari di Taipei, Perdalam Teknologi Kecantikan Terbaru

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:14

Kekuasaan Terlalu Besar Cenderung Disalahgunakan

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:09

Demi Demokrasi Sehat, PKS Jangan Gabung Prabowo-Gibran

Minggu, 05 Mei 2024 | 09:04

Demonstran Pro-Palestina Lakukan Protes di Acara Wisuda Universitas Michigan

Minggu, 05 Mei 2024 | 08:57

Presidential Club Patut Diapresiasi

Minggu, 05 Mei 2024 | 08:37

PKS Tertarik Bedah Ide Prabowo Bentuk Klub Presiden

Minggu, 05 Mei 2024 | 08:11

Selengkapnya