Berita

Buruh di Kudus/RMOL

Nusantara

Terdampak Covid-19, Akhirnya 2.538 Buruh Di Kudus Dirumahkan

RABU, 08 APRIL 2020 | 13:17 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dampak pandemik Coronavirus Disease (Covid-19) sudah menjalar ke bidang ekonomi, salah satunya dirumahkannya buruh di bidang industri.

Sebanyak 2.538 pekerja di Kabupaten Kudus mulai dirumahkan. Angka ini berasal dari empat perusahaan ternama di Kudus.

"Keputusan merumahkan karyawan sebagai langkah antisipasi penularan covid-19," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kudus Bambang Tri Waluyo, Rabu (8/4) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jateng.


Kendati dirumahkan, lanjut Bambang, perusahaan tetap memberikan hak gaji atau upah pada para pekerja. Namun, untuk nominalnya berasal dari kesepakatan antara pekerja dan perusahaan masing-masing.

"Harapannya setelah Covid-19 mereka bisa dipekerjakan lagi," ungkapnya.

Adapun empat perusahaan itu, di antaranya  Perusahaan Rokok (PR) Sukun merumahkan sebanyak 1.560 pekerja dari total pekerja ada sebanyak 2.377 pekerja.

"Permasalahannya karena tidak produktif sehingga mengurangi berkumpulnya karyawan," sebutnya.

Kedua adalah PT Kudus Istana Furniture. Perusahaan yang terletak di Jalan Lingkar R Agil Kusumadya Mijen ini merumahkan sebanyak 850 pekerja. Sebelumnya jumlah pekerja ada sebanyak 1.200 pekerja.

"Alasannya buyer menghentikan pengiriman, kemudian menunda pembayaran dan tidak memberikan order produksi,” jelasnya.

Kemudian CV Mubarokfood Cipta Delicia. Perusahaan yang terletak di Jalan Sunan Muria nomor 33A Kudus ini merumahkan 91 dari total 103 pekerja.

Ini alasannya adalah tidak bisa memasarkan barang berupa jenang Kudus karena sejumlah daerah melakukan pembatasan wilayah.

Berikutnya, PT Maju Furindo yang terletak di Jalan Budo Utomo Desa Jepang Pakis Kecamatan Jati. Perusahaan ini merumahkan semua pekerjanya sebanyak 28 pekerja. Ini dilakukan karena perusahaan itu tidak memproduksi sejak ada COVID-19 mulai bulan Januari 2020 lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya