Berita

Ossy Dermawan/Net

Politik

Staf Pribadi SBY: Ekonomi Yang Diagungkan Pemerintah Sirna Ditelan Surat Utang Bersejarah

RABU, 08 APRIL 2020 | 10:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan surat utang global saat pandemik Covid-19 seperti menyapu catatan pemerintah yang membanggakan kondisi perekonomian nasional.

Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang menerbitkan surat utang di saat pagebluk. Nilainya tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 4,3 miliar atau sekitar Rp 69,4 triliun, dengan tenor hingga 50 tahun.

“Kondisi perekonomian yang “diagung-agungkan” pemerintahan selama ini sirna sudah,” ujar Staf Pribadi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy Dermawan dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (8/4).


Menurutnya, utang tersebut seperti menghapus catatan emas yang kerap didengungkan pemerintah bahwa ekonomi Indonesia kuat. Lebih memprihatinkan lantaran surat utang yang dikeluarkan nilainya terbesar dalam sejarah.

Hal itu semakin menjadi bukti bahwa kas negara Indonesia selama ini tidak ada. Sehingga untuk mendapat uang demi menyelamatkan nyawa rakyat harus berutang.

“Pernyataan yang menyatakan ekonomi kita kuat berbuahkan surat utang yang nilainya terbesar dalam sejarah. Ternyata, kas negara kita selama ini “kosong”. Untuk punya uang, kita harus berutang. Keropos,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya