Berita

Muhammad Syarifuddin/Net

Politik

KNPI Yakin Muhammad Syarifuddin Bisa Kembalikan Kepercayaan Publik Pada Peradilan

SELASA, 07 APRIL 2020 | 22:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Mahkamah Agung terpilih Muhammad Syarifuddin yang menggantikan M. Hatta Ali diyakini akan mendapatkan kepercayaan publik. Pasalnya, Syafruddin memiliki latarbelakang dan kapasitas yang mumpuni.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama dalam keterangannya, Selasa (7/4).

"Kami segenap jajaran pengurus pusat dan daerah KNPI mengucapkan selamat atas terpilihnya Syarifuddin Ksebagai Ketua Mahkamah Agung yang baru, semoga semakin menjadi lembaga yang dipercaya dimata publik, dan selamat bekerja," kata Haris Pertama.


KNPI, selaku organisasi kepemudaan, meyakini dapat memberikan harapan kepada masyarakat bahwa reformasi peradilan di Indonesia bisa diimplementasikan.

"Reformasi peradilan juga tetap dijalankan terutama persoalan integritas hakim dan kelembagaan supaya terciptanya keadilan," ujarnya.

Haris menambahkan MA harus bersinergi dengan lembaga-lembaga lainnya. Sebab, tantangan kedepan dunia peradilan akan semakin kompleks.

"Dibutuhkan sinergi dengan lembaga negara lainnya karena kedepannya dunia peradilan semakin komplek," ucapnya.

Diketahui, Muhammad Syarifuddin telah terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung atau Ketua MA periode 2020-2025.

Proses itu dilakukan melalui pemilihan secara demokratis melalui voting oleh 47 suara hakim agung dengan dua putaran, terpilihlah Ketua Mahkamah Agung (KMA) yang baru Syarifuddin, yang memperoleh 32 suara dan meninggalkan pesaingnya Andi Samsan Nganro yang mengantongi 14 suara.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya